Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Ketua KNPI Riau Ajak Elemen Bangsa Bangun Optimisme Hadapi Tantangan Global

Ketua KNPI Riau Nasarudin ajak masyarakat optimis hadapi ketidakpastian global, tekankan persatuan bangsa.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ketua KNPI Riau Ajak Elemen Bangsa Bangun Optimisme Hadapi Tantangan Global
HO/IST
BANGUN OPTIMISME - Ketua KNPI Riau, Nasarudin, mengajak masyarakat membangun optimisme dan persatuan agar Indonesia mampu menghadapi tantangan ekonomi serta keamanan global yang semakin tidak pasti. (Ho/IST) 
Ringkasan Berita:
  • Ketua KNPI Riau Nasarudin menyerukan optimisme dan persatuan menghadapi tantangan global
  • Ia menanggapi pernyataan Saiful Mujani soal Presiden Prabowo, menilai momentum halal bihalal seharusnya jadi ajang silaturahmi.

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua KNPI Riau, Nasarudin mengajak masyarakat Indonesia untuk menumbuhkan optimisme dalam menghadapi tantangan ekonomi dan keamanan dunia yang dinilai semakin tidak pasti.

“Kita harus belajar dari bangsa Iran, yang masyarakatnya tetap kompak membangun negaranya meskipun di tengah embargo dan perang,” ujar pria yang juga Ketua Umum Jaringan Nasional For Prabowo-Gibran dalam keterangannya, Senin (6/4/2026).

Menurutnya, mekanisme demokrasi telah menyediakan ruang melalui proses lima tahunan yang dianggap mewakili suara rakyat. 

Ia juga berharap para akademisi dan tokoh bangsa dapat memberikan masukan positif demi kemajuan negara.

Nasarudin menekankan pentingnya menanamkan nilai persatuan di tengah kondisi global yang penuh ketidakpastian. 

Ia juga menanggapi pernyataan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani, yang dinilai mengajak menjatuhkan Presiden Prabowo Subianto.

“Saiful Mujani membangun opini yang menjatuhkan pemerintah. Mestinya dia berkaca diri apa yang sudah dia lakukan untuk bangsa dan rakyat Indonesia,” kata Nasarudin.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia menyinggung latar belakang Saiful Mujani sebagai pemilik lembaga survei yang selama ini memperoleh keuntungan dari survei politik. 

Menurutnya, momentum halal bihalal seharusnya menjadi ajang silaturahmi, bukan untuk menghujat pemerintah.

Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Ambrol, Rocky Gerung: Menkeu Purbaya Tunjukkan Optimisme Palsu

Video Pernyataan Saiful Mujani Soal Presiden Prabowo Viral

Dunia media sosial digemparkan oleh beredarnya potongan video kontroversial yang menampilkan pendiri Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Saiful Mujani. 

Dalam forum diskusi di Utan Kayu, Jakarta Timur, Selasa (31/3/2026), ia secara terbuka melontarkan wacana untuk menggulingkan Presiden Prabowo Subianto dari kursi kekuasaan.

Pernyataan keras itu muncul dalam acara halalbihalal bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan”. 

Saiful menilai gaya kepemimpinan Prabowo, khususnya terkait ancaman-ancaman yang dilontarkan, sudah melampaui batas kepatutan seorang presiden.

“Tidak ada alternatif yang lain. Presiden itu sudah tidak presiden, gitu, loh,” ucap Saiful dalam video yang viral tersebut. 

Ia menyayangkan diksi intimidatif yang keluar dari mulut kepala negara.

Menariknya, Saiful justru pesimis terhadap jalur formal pemakzulan melalui MPR. 

Ia menilai mekanisme konstitusional tidak dapat diharapkan berjalan efektif di tengah konstelasi politik saat ini. 

Sebagai gantinya, ia menyerukan konsolidasi masyarakat sipil untuk menjatuhkan pemerintahan.

“Bisanya hanya dijatuhkan. Itu bukan menyelamatkan Prabowo, itu menyelamatkan diri kita dan bangsa ini,” tegasnya.

Profil Saiful Mujani turut menjadi sorotan. Lahir di Serang, Banten, 8 Agustus 1962, ia dikenal sebagai guru besar ilmu politik UIN Syarif Hidayatullah. 

Saiful menamatkan pendidikan S-1 di UIN, lalu melanjutkan studi S-2 dan S-3 ilmu politik di Universitas Negeri Ohio, Amerika Serikat. Ia pernah memimpin Lembaga Survei Indonesia (LSI) dan mendirikan SMRC pada 2011.

SMRC dikenal sebagai lembaga survei yang rutin menyelenggarakan survei opini publik dan quick count pemilu. Saiful juga aktif menulis di jurnal internasional dan pernah menerima Achmad Bakrie Award 2017 atas kontribusinya di bidang pemikiran sosial.

Sumber: Tribunnews.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas