Tak Sekadar Panen, Program Beras Sehat di Karawang Bidik Gizi Masyarakat dan Cegah Stunting
Program ini mencakup pelatihan dan pendampingan bagi petani lokal, pemberian bantuan sarana produksi, serta edukasi kepada masyarakat
Penulis:
willy Widianto
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- Program ini juga menjadi upaya perusahaan dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
- Bantuan program telah disalurkan pada akhir 2025, dengan masa tanam berlangsung selama 3–4 bulan dan panen yang dilaksanakan pada April 2026.
- Lewat kolaborasi dengan posyandu dan sekolah, lanjut Brellian, kegiatan edukasi menyasar kelompok masyarakat yang rentan, seperti ibu hamil, ibu dengan balita, serta lansia
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai bagian dari komitmen dalam mendukung ketahanan pangan nasional, Asuransi Jasindo (BUMN) menyelenggarakan program pengembangan dan edukasi beras sehat di Kecamatan Klari, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Program ini juga menjadi upaya perusahaan dalam peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di sekitar Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo, Brellian Gema Widayana mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan dampak berkelanjutan melalui pemberdayaan petani serta penguatan edukasi pangan sehat berbasis komunitas.
“Program pengembangan beras sehat ini tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas hasil pertanian, tetapi juga mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat ke arah yang lebih sehat dan berkelanjutan,” ujar Brellian dalam pernyataannya, Selasa(14/4/2026).
Dia menjelaskan program ini mencakup pelatihan dan pendampingan bagi petani lokal, pemberian bantuan sarana produksi, serta edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya konsumsi pangan sehat.
Bantuan program telah disalurkan pada akhir 2025, dengan masa tanam berlangsung selama 3–4 bulan dan panen yang dilaksanakan pada April 2026.
“Melalui sinergi dengan berbagai pihak, kami berharap program ini dapat memberikan dampak nyata, baik dalam meningkatkan kesejahteraan petani maupun mendukung upaya pencegahan stunting di tingkat lokal,” kata Brellian.
Lewat kolaborasi dengan posyandu dan sekolah, lanjut Brellian, kegiatan edukasi menyasar kelompok masyarakat yang rentan, seperti ibu hamil, ibu dengan balita, serta lansia.
Brellian berharap dengan program ini dapat meningkatkan pemahaman akan pentingnya asupan nutrisi, termasuk kandungan zinc dan mineral dalam beras organik yang berperan dalam pencegahan stunting.
Baca juga: Mentan Amran Tegaskan Komitmen Bangun Ekosistem Pangan Sehat
Brellian menambahkan pendekatan yang dilakukan perusahaan tidak hanya berhenti pada aspek produksi, tetapi juga mencakup edukasi yang komprehensif kepada masyarakat.
Selain program pengembangan dan edukasi beras organik, Asuransi Jasindo ke depannya akan terus memperkuat peran dalam mendukung pembangunan berkelanjutan melalui berbagai inisiatif yang berorientasi pada aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) melalui berbagai program dan inisiatif lainnya.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari kontribusi perusahaan dalam mendukung Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam mendorong kemandirian
bangsa melalui penguatan sektor strategis seperti pangan, guna menciptakan sistem yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kami akan terus berkomitmen mendukung ketahanan pangan melalui program berkelanjutan yang berdampak,” tutup Brellian.
Baca tanpa iklan