Penguatan Sistem Kelistrikan, Data Concentrator Diterapkan di Jawa Timur
PLN memasang 50 unit data concentrator dalam sistem ADS di jaringan Krian–Gresik untuk meningkatkan keandalan listrik di kawasan indus
Ringkasan Berita:
- PLN memasang 50 unit data concentrator dalam sistem Adaptive Defense Scheme (ADS) di jaringan Krian–Gresik untuk meningkatkan keandalan listrik di kawasan industri seperti Surabaya, Gresik, dan Madura.
- Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi jaringan secara real-time, sehingga potensi gangguan dapat dideteksi dan ditangani lebih cepat sebelum meluas menjadi pemadaman besar.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Upaya memperkuat keandalan sistem kelistrikan dengan memasang 50 unit data concentrator pada sistem Adaptive Defense Scheme (ADS) difokuskan pada jaringan strategis Krian-Gresik dan ditujukan untuk menjaga stabilitas pasokan listrik di wilayah industri seperti Surabaya, Gresik, hingga Pulau Madura.
Hal itu dilakukan oleh PLN melalui UIP2B Jamali dan UP2B Jawa Timur. Dengan teknologi data concentrator, dimungkinkan pemantauan kondisi kelistrikan secara waktu nyata (real-time).
Dengan sistem ini, potensi gangguan dapat dideteksi lebih cepat sehingga respons penanganan menjadi lebih akurat.
General Manager PLN UIP2B Jamali, Munawwar Furqan mengatakan perangkat tersebut berfungsi sebagai pusat pengumpul data dari berbagai titik jaringan, yang kemudian dikirim ke sistem kendali untuk dianalisis secara otomatis.
Sistem ADS yang diperbarui bekerja secara otomatis dalam merespons kondisi darurat jaringan. Mekanisme ini dinilai mampu mencegah gangguan lokal berkembang menjadi pemadaman yang lebih luas.
Dia menegaskan penguatan sistem kelistrikan menjadi prioritas.
“Penguatan sistem kelistrikan ini adalah langkah strategis untuk memastikan keandalan pasokan listrik, khususnya di wilayah dengan pertumbuhan industri yang tinggi. Kami ingin memastikan sistem yang kami bangun mampu menghadapi dinamika kebutuhan energi di masa depan,” ujarnya dalam keterangan yang diterima, Jumat (17/4/2026).
Dia menambahkan, investasi ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang PLN.
“Ini bukan hanya soal hari ini, tetapi bagaimana kami menyiapkan sistem yang tangguh untuk mendukung pertumbuhan ekonomi regional secara berkelanjutan,” tambahnya.
Manager UP2B Jawa Timur, Ahmad Murdani, menyebut pemanfaatan teknologi ini sebagai langkah penting dalam transformasi sistem kelistrikan.
“Dengan adanya data concentrator, kami dapat memantau kondisi jaringan secara real-time dan melakukan respons lebih cepat terhadap potensi gangguan. Ini sangat membantu dalam menjaga stabilitas sistem kelistrikan,” jelasnya.
Menurutnya, inovasi ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan layanan listrik yang andal, efisien, dan berkelanjutan.
Saat ini, seluruh 50 unit data concentrator telah terpasang dan beroperasi optimal. Kehadiran teknologi ini meningkatkan visibilitas kondisi jaringan sehingga mempermudah pengambilan keputusan cepat saat terjadi gangguan.
Modernisasi ini diharapkan mampu menekan angka pemadaman listrik, khususnya di wilayah dengan kebutuhan energi tinggi seperti Surabaya dan Gresik.
Pihaknya menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan teknologi serupa di berbagai wilayah strategis lainnya. Transformasi digital menjadi fondasi utama dalam membangun sistem kelistrikan nasional yang tangguh.
Baca juga: PLN EPI Perluas Biomassa, Hokkop Situngkir Sebut Potensi 80 Juta Ton per Tahun
"Selain itu, partisipasi masyarakat juga dinilai penting dalam menjaga keandalan jaringan listrik, termasuk dengan melaporkan potensi gangguan melalui saluran resmi," kata dia.
Baca tanpa iklan