Usai Digerebek Istri, Wakil Dekan UIN Sultan Thaha Jambi Dicopot dari Jabatannya
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin atau UIN STS Jambi mencopot DK usai digerek istrinya di sebuah indekos
Editor:
Erik S
Ringkasan Berita:
- UIN STS Jambi mencopot wakil dekan DK usai digerebek istrinya di kos kawasan Jambi.
- Rektor menonaktifkan DK, memerintahkan pemeriksaan etik, serta menghentikan sementara aktivitas akademik dan representasi institusi kampus.
- DK membantah tuduhan mesum, mengaku tidak berdua, dan menyebut peristiwa tersebut telah diatur pihak tertentu.
TRIBUNNEWS.COM, JAMBI - Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin atau UIN STS Jambi mencopot DK usai digerek istrinya di sebuah kos di kawasan Simpang IV Sipin, Kota Jambi.
DK diketahui menjabat sebagai wakil dekan di UIN STS Jambi.
"Tentunya kami akan langsung melakukan penelusuran lebih mendalam lagi untuk mengambil langkah tindakan tegas. Hal ini sebagai komitmen dalam menjaga marwah institusi, integritas akademik, serta nilai-nilai etika yang menjadi landasan dalam kehidupan kampus," bunyi pernyataan tertulis UIN STS Jambi, Sabtu (2/5/2026).
Tak hanya itu, Rektor memerintahkan yang bersangkutan diperiksa secara etik untuk memastikan status hukum dan kebenaran peristiwa tersebut.
Berikut empat langkah yang dilakukan pihak UIN STS Jambi dikutip dari siaran pers yang ditandatangani Rektor Prof Dr H Kasful Anwar, M.Pd:
1. Menonaktifkan dari jabatan tambahan sebagai wakil dekan. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dan upaya menjaga objektivitas pemeriksaan yang dilakukan dan kondusivitas akademik.
2. Rektor akan memastikan dan memerintahkan yang bersangkutan diperiksa secara etik untuk memastikan status hukum dan kebenaran peristiwa. Penerapan sanksi lanjutan jika memang terbukti peristiwa itu benar. Apabila berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan adanya pelanggaran terhadap aturan maupun kode etik yang berlaku, maka UIN STS Jambi tentunyamengambil langkah sesuai regulasi dan mekanisme yang berlaku.
3. Menghentikan untuk sementara waktu yang bersangkutan dari berbagai aktivitas yang mewakili institusi UIN STS Jambi baik di internal maupun eksternal.
4. Menghentikan untuk sementara waktu aktivitas yang bersangkutan dalam kegiatan mengajar, pengabdian, dan penelitian.
UIN STS Jambi memandang bahwa tindakan personal individu yang dilakukan oknum tersebut tidak serta-merta merepresentasikan nilai, budaya kerja, maupun komitmen kelembagaan UIN STS Jambi dalam membangun lingkungan akademik yang berintegritas dan bermartabat.
Digerebek Istri
DK mengklarifikasi pemberitaan terkait penggerebekan yang dialaminya.
Dia membantah sedang berdua, bersama seorang perempuan didalam kamar saat digerebek. Meski begitu, dia mengakui dekat dengan perempuan itu.
“Artinya saya di sana berada bukan berdua, tapi di dalam itu saya bertiga,” katanya pada Sabtu (2/5/2026).
Dia menuturkan, dirinya sempat menemani perempuan tersebut ke salah satu toko kecantikan.
“Sampai disana, terjadilah keributan bersama rekan atau rekan satu usaha saya ya kan masalah hutang-piutang. Lalu, saya pergi,” tuturnya.
DK menjelaskan, dirinya segera menghubungi seorang oknum anggota TNI yang bernama Yoli.
Baca juga: Anggota DPRD Cirebon Bantah Selingkuh dengan Istri Kades, Dilaporkan ke Badan Kehormatan Dewan
“Lalu, Bang Yoli nelepon saya, ‘kau jangan sendirian,’ katanya kan. ‘Karena kondisi kau sekarang sedang ini, kau jangan sendirian, biar abang temani, nanti abang urus yang lainnya, ya katanya. Iya Bang saya bilang,” jelasnya.
Dia menerangkan, oknum anggota TNI tersebut menjemput perempuan ini lokasi DK dan pergi ke Korem.
Saat pergi ke Korem, oknum tersebut menanyakan keberadaan DK dan mengabarkan oknum tersebut tidak jadi berangkat ke Korem.
Sebab, perempuan tersebut mau beristirahat dan pulang ke indekosnya. DK segera menjemput oknum tersebut sebab diminta oknum itu.
“Sampai saya di sana, ya kan, baru saya duduk 10 menit, saya ngobrol-ngobrol dengan Bang Yoli. Ada yang gedor-gedor, nyebut-nyebut nama saya,” terangnya.
“Saya pikir itu kelompok dari Wak Jenggot tersebut yang nyari-nyari saya itu. Dengan rasa ketakutan, saya terkejut, ya kan, Langsung saya berdua Bang Yoli langsung bilang, ‘Bang, Bang, kita sembunyi, Bang,’ Sembunyilah kami di dalam kamar mandi,” lanjutnya.
Dia menambahkan, sang perempuan juga berada dikamar mandi, sebab ketakutan akibat gedoran tersebut.
“Saya, Bang Yoli, di kamar mandi. Nah, perempuan ini, ya kan, ada di situ juga, karena ketakutan. Saya berdua di dalam kamar mandi dengan Bang Yoli itu. Bukan saya berdua ditangkap di gerebek mesum, tidak,” ujarnya.
“Nah, berarti saya sudah diset, sudah diatur ini prosesnya. Ah, itulah yang terjadi, ya kan. Jadi pemberitaan dibilang saya mesum berdua di kamar, itu tidak benar,” pungkasnya.
Sebelumnya, DK digerebek saat berada di sebuah kamar kos pada malam hari, Jumat (1/5/2026).
Peristiwa tersebut terjadi di sebuah kamar kos di Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi.
DK telah dilaporkan istrinya ke polisi terkait perzinahan dan dugaan penelantaran anak.
Artikel ini telah tayang di TribunJambi.com dengan judul Dosen DK yang Digerebek Istrinya di Jambi Dicopot dari Jabatan Wakil Dekan UIN Sultan Thaha Jambi
dan
Klarifikasi Dosen DK soal Penggerebekan: Saya bukan Berdua, tapi Bertiga
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.