Berawal dari Iseng, Jurus Agen BRILink Shi Jack Ekspansi 7 Gerai
Lambat laun omzet BRILink Shi Jack meningkat, bahkan melebihi omzet usaha-usaha yang ia mulai lebih dulu
Penulis:
Facundo Chrysnha Pradipha
Editor:
Sri Juliati
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Chrysnha Pradipha
TRIBUNNEWS.COM, SUKOHARJO – Joko Triyanto, pemilik tujuh gerai BRILink asal Baki, Sukoharjo, tersenyum lebar melihat karyawannya dari kejauhan baru saja selesai melayani warga bertransaksi.
Ingatannya seperti melompat mundur lima tahun ke belakang. Tak lupa akan bentuk satu lapaknya yang kecil dan seadanya, belum sesempurna yang sekarang.
Usaha yang ia mulai pada 2021 itu semakin berkembang setiap tahunnya.
Hingga kini, ia bisa memberikan kehidupan untuk 13 karyawan mengabdikan diri pada tujuh gerai Agen BRILink Shi Jack tersebar di Sukoharjo dan sekitarnya.
Padahal, ia hanya memulainya sebagai usaha sampingan, namun meyakini perkenalannya dengan BRI tentang BRILink akan baik di masa mendatang.
Joko sebelumnya telah berwirausaha dengan menjual pulsa, membuka POM mini, dan persewaan mobil.
“Kalau boleh jujur awalnya cuma iseng ditawari sebagai Agen BRILink, saya coba dan tertarik dengan layanan yang menjanjikan,” paparnya pada Sabtu (2/5/2026).
Benar saja, gerainya langsung ramai dikunjungi warga saat hari pertama buka.
Mereka yang hendak bertransaksi ke bank atau hendak ke mesin ATM akhirnya menepi ke gerai BRILink Shi Jack lantaran lebih terjangkau soal jarak.
Demikian faktanya karena kawasan kediaman Joko terbilang masuk ke dalam pedesaan, berkilo-kilo meter menuju ke bank.
Baca juga: Mau Belajar Tanpa Henti, Ibu Rumah Tangga Agen BRILink Sukses Jadi Wanita Berdikari di Usia Senja
Tujuan Agen BRILink sebagai perpanjangan tangan BRI tersampaikan melihat fenomena tersebut.
Selain fakor jarak, warga sekitar memilih BRILink Shi Jack karena seluruh transaksi perbankan bisa diakses di gerai tersebut.
Lambat laun omzet BRILink Shi Jack meningkat, bahkan melebihi omzet usaha-usaha yang ia mulai lebih dulu.
Ia mulai serius menata gerai pertamanya, merenovasi memberikan sentuhan rapi selayaknya bank kecil agar pengunjung merasa nyaman.
Warga yang datang bertambah, transaksi terus meningkat.
Melihat peluang itu, Joko memberanikan diri membuka cabang baru di Langenharjo, sekitar lima kilometer dari lokasi pertama.
Letaknya strategis, tak jauh dari sebuah pondok pesantren, dan efeknya langsung terasa.
Para santri menjadi pelanggan tetap, datang setiap hari untuk tarik tunai atau transfer ke kampung halaman.
Gerai kedua itu hanya butuh dua bulan untuk menunjukkan bahwa keputusan Joko tidak keliru.
Transaksi tinggi, pelanggan loyal, dan kebutuhan pasar yang terus tumbuh menjadi alasan kuat untuk berkembang lebih jauh.
Ia merekrut dua karyawan tambahan, membagi mereka ke dalam dua shift agar layanan tak pernah berhenti.
Setahun berselang, gerai ketiga pun berdiri di Wonosari, Klaten.
Dari sana, Joko seperti menemukan ritme usahanya sendiri, dan mulai menyusun peta pengembangan.
Tak tanggung-tanggung, empat gerai tambahan dibuka hampir beriringan di wilayah Gawok, Gentan, dan Daleman.
Semua masih dalam lingkup Sukoharjo, tapi ia memastikan setiap lokasi punya potensi transaksi yang menjanjikan.
“Paling lompat kecamatan, tapi tetap dekat. Yang penting strategis,” ujarnya mantap.
Agen BRILink Saat Ini
Jalan Joko Bersama BRILink beriringan dengan kerikil bernama penghalang.
Tentu ada tantangan yang menghadang ketika usahanya berjalan.
Menurutnya, tantangan terbesar saat ini adalah menjamurnya gerai-gerai BRILink.
Agen-agen tersebut tersebar, semakin banyak bahkan mendekat dengan gerai-gerai yang ia miliki.
Ia tak membenci ataupun dengki, bagi dia rejeki sudah ada jalannya sendiri.
Lagipula, kata Joko, agen-agen BRILink yang dimaksud tersebut tidak melayani transaksi seperti Tarik tunai dan transfer dalam jumlah besar.
“Gerai-gerai BRILink kecil itu biasanya malah merekomendasikan BRILink Shi Jack kalau ada warga yang tarik (tunai) dan transfer uang banyak, sementara kalua gerai saya sedang kosong juga saling lempar. Pokoknya kami saling bantu aja,” terang Joko.
Ada di tahun kelima berbisnis sebagai Agen BRILink juga tak membuatnya lesu.
Omzet dari tujuh gerai terbilang naik, kini total sekitar Rp70juta sampai Rp80juta per bulan.
Kendati digitalisasi seperti adanya m-banking, aplikasi, hingga dompet digital bersemarak, namun masih banyak warga yang tetap memilih Agen BRILink sebagai tujuan bertransaksi.
“Pelanggan terbesar saya masih pekaku UMKM, pedagang, pegawai pabrik hingga santri-santri,” tambahnya.
Di balik pertumbuhan cepat itu, ada prinsip yang tak pernah ia lepaskan, yakni pelayanan terbaik untuk setiap pelanggan.
Standar Operasional Prosedur (SOP) diterapkan disiplin, dari kejujuran hingga keramahan yang tidak dibuat-buat.
“Pelanggan itu raja, kalau dilayani baik, mereka pasti kembali,” tutur Joko.
Ia bahkan merancang promo khusus menjelang Lebaran, tarik tunai di bawah Rp 500 ribu bebas biaya tambahan.
Promo itu bukan sekadar gimmick.
Banyak warga datang dan kembali karena merasa dihargai, sekaligus diuntungkan.
Bagi Joko, keberadaan gerai BRILink bukan hanya bisnis, tapi juga misi membantu masyarakat mengakses layanan keuangan dengan mudah.
Meski telah memperkejakan 13 karyawan dan tujuh gerai BRILink, target Joko belum selesai.
Ia mencita-citakan bisa memiliki total 10 gerai BRILink berdiri di wilayah strategis lainnya.
“Semoga tercapai dengan dukungan dari BRI,” ucapnya penuh harap.
Harapan tersebut didukung oleh satu dari belasan karyawan BRILink Shi Jack, yakni Neiska Sekar Purbaningrum.
Perempuan berusia 24 tahun ini bahkan adalah karyawan paling setia.
Ia bekerja sejak Joko merintis sebagai Agen BRILink sampai sekarang bertahan dan mengaku kerasan.
Tidak ada keraguan terhadap cita-cita pimpinannya tersebut menambah gerai untuk ekspansi usaha, Sekar pun yakin.
"Saya sudah bekerja sama Pak Joko sejak lama, merintis. Tahu suka dukanya bagaimana hingga sejauh ini. Ke depan saya optimis usaha bapak bisa lebih besar lagi," paparnya.
Bukan saja soal bisnis, Sekar melihat ekspansi usaha BRILink sebagai wadah para pemuda desa seperti dirinya mendapatkan pekerjaan.
Lagipula, teman-teman di sekitarnya banyak yang merantau ke luar daerah untuk mendapatkan pekerjaan lain.
Dia merupakan yang bersyukur karena tak harus pergi jauh dari rumah untuk bekerja seperti rekan sejawat.
"Bersyukur selalu Alhamdulilah kerja dekat rumah, menghidupi keluarga bahkan bisa memberi kesempatan saya untuk memiliki investasi sendiri," tambahnya dengan wajah gembira.
Kerja Sekaligus Ibadah
Bagi Sekar, bekerja sebagai kasir di Agen BRILink Shi Jack bukan sekadar untuk mencari penghasilan.
Lebih dari itu, Sekar mengamininya sebagai tahap beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Ibadah itu ia wujudkan dengan melakukan kewajiban sehari-hari, termasuk membantu pelanggannya yang tengah mengalami kesulitan.
Pengalaman tersebut ia alami pada medio 2022, tatkala sore hari ia mendapat tugas shift menjaga gerai.
Saat itu, pelanggannya yang merupakan ibu paruh baya. Mondar mandir setiba di depan gerai yang ia jaga sembari bercakap lewat telepon genggamnya.
Sekar sempat menaruh curiga, timbul niat untuk menghampiri tapi tak berselang lama si ibu justru masuk ke gerai.
"Mbak tolong transfer Rp3 juta ke rekening ini ya. Cepat mbak sudah ditunggu," ucap Sekar menirukan.
Tak ingin ceroboh, Sekar balik bertanya siapa yang menghubungi si ibu tadi dan ada keperluan apa.
Ternyata, ibu tadi sebelumnya mendapat pesan lewat SMS yang isinya undian berhadiah senilai RP 20 juta.
Si ibu memastikan dengan membalas SMS tersebut namun justru dihbungi lewat telefon serta diminta mengirim uang sebesar Rp3 juta untuk keperluan administrasi.
Rasa terkejut dan penasaran mengalahkan logikanya, ibu-ibu itu mengiyakan sembari kegirangan.
Bahkan tak sadar bahwa hal tersebut adalah penipuan berkedok hadiah.
Sekar langsung saja memberi tahu dan melarang ibu tadi untuk mengirim uang lewat Agen BRILink.
"Akhirnya saya cek handphonenya, benar itu adalah modus penipuan berhadiah lewat SMS. Dapat hadiah kok malah suruh kirim uang dulu kan lucu," terangnya.
Berkat bantuan Sekar, ibu yang ia gambarkan memiliki perawakan tinggi kurus itu akhhirnya selamat dari kkorban penipuan.
"Sekali lagi kami hanya menjalankan pekerjaaan, membantu dan memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan prinsip kami. Jadi bekerja sekaligus ibadah ya," tukasnya.
BRILink dari Tahun ke Tahun
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI mencatat, hingga akhir Maret 2026, jumlah BRILink Agen telah mencapai lebih dari 1,18 juta agen yang tersebar di 66.450 desa atau lebih dari 80 persen total desa di Indonesia.
Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya, mengatakan jangkauan tersebut memperkuat peran BRILink Agen sebagai jaringan layanan keuangan berbasis kemitraan di tingkat desa.
Menurutnya, kehadiran BRILink Agen membuat layanan keuangan semakin dekat dengan aktivitas masyarakat. Sepanjang Triwulan I 2026, BRILink Agen pun mencatatkan volume transaksi mencapai Rp 420 triliun.
Aktivitas tersebut menegaskan peran BRILink Agen sebagai salah satu kanal utama masyarakat dalam memenuhi kebutuhan transaksi keuangan, serta turut berkontribusi terhadap fee based income (FBI) BRI yang mencapai Rp 459 miliar.
Lebih lanjut, Akhmad menyampaikan bahwa BRILink Agen menjadi kanal utama BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat secara luas.
“BRILink Agen menjadi salah satu andalan BRI dalam menjangkau kebutuhan transaksi masyarakat di berbagai wilayah. Jaringan ini menghadirkan layanan yang mudah diakses oleh masyarakat dan mempercepat proses transaksi, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan. Peran tersebut menempatkan BRILink Agen sebagai penggerak ekonomi kerakyatan," kata Akhmad dalam keterangan resmi BRI, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, kontribusi BRILink Agen terhadap penghimpunan dana murah juga terus menguat, dengan saldo CASA rata-rata harian yang dihimpun mencapai Rp 30 triliun atau tumbuh 18,37% yoy.
Tidak hanya itu, BRILink Agen juga mengalami kenaikan dalam penyaluran dana talangan sebesar 33,29% yoy, dari semula Rp 5,4 triliun menjadi Rp 7,2 triliun.
“Pencapaian di atas semakin membuktikan peran BRILink Agen kini tidak hanya melayani kebutuhan transaksi keuangan, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas ekonomi sehari-hari masyarakat. Ini menegaskan konsistensi BRI dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas akses, serta memberdayakan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Akhmad.
Diketahui, BRILink Agen menyediakan berbagai fitur transaksi keuangan yang dapat diakses langsung oleh masyarakat.
Layanan tersebut mencakup transfer, pembayaran berbagai tagihan dan cicilan, pembelian produk digital seperti pulsa dan paket data, serta top up uang elektronik dan dompet digital.
Selain itu, BRILink Agen juga melayani setor dan tarik tunai yang mendukung kebutuhan transaksi masyarakat sehari-hari.
(*)
Baca tanpa iklan
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.