Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dedi Mulyadi Peringatkan Suporter Rusuh Usai Persib Vs Persija: Bawa ke Barak

Kericuhan pecah usai laga Persib vs Persija di Samarinda, bentrok meluas ke Jawa Barat, Gubernur Dedi Mulyadi beri peringatan keras.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
  • Laga panas Persib Bandung vs Persija Jakarta di Stadion Segiri berakhir 2-1, namun kericuhan pecah di Jawa Barat. 
  • Bentrok terjadi di Karawang, Sukabumi, dan Kuningan, termasuk penyerangan pemain Persib di bandara.
  • Gubernur Jabar Dedi Mulyadi beri peringatan keras, ancam pelaku dibawa ke barak untuk efek jera

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah bentrokan pecah usai laga panas antara Persib Bandung melawan Persija Jakarta pada pekan ke-32 Super League 2025/2026.

Pertandingan bertajuk El Clasico Indonesia yang digelar di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), berakhir dengan kemenangan Persib Bandung atas Persija Jakarta dengan skor 2-1.

Meski pertandingan berlangsung di luar Pulau Jawa, kericuhan justru pecah di sejumlah wilayah di Jawa Barat setelah laga selesai.

Bentrok dilaporkan terjadi di beberapa titik, di antaranya wilayah Karawang dan Kuningan.

Kericuhan tersebut mendapat perhatian serius dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Respons Dedi Mulyadi

Dedi Mulyadi mengeluarkan peringatan keras kepada para pendukung sepak bola yang nekat melakukan aksi anarkis di jalanan.

"Kalau diperlukan kita bawa ke barak," tegas Dedi Mulyadi, pada Senin (11/5/2026).

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Dedi, rivalitas antarsuporter seharusnya hanya berlangsung selama pertandingan di lapangan dan tidak meluas menjadi kericuhan di ruang publik.

Dedi Mulyadi menegaskan pertandingan sepak bola tidak boleh dijadikan alasan untuk mengganggu ketertiban masyarakat.

Para pelaku kerusuhan, kata dia, mungkin perlu mendapatkan pembinaan disiplin ala barak apabila tidak mampu menjaga ketertiban di jalan.

Wacana membawa pelaku kerusuhan ke barak disebut sebagai upaya memberikan efek jera sekaligus mendidik suporter agar memiliki mental ksatria.

Selain memberi peringatan, Dedi Mulyadi juga mengingatkan bobotoh Persib Bandung agar tidak larut dalam euforia kemenangan yang berlebihan.

Ia meminta para pendukung Persib tetap menjaga sikap agar tidak memicu gesekan dengan kelompok lain.

"Bagi yang menang, Persib, kita jangan memperlihatkan kejumawaan. Kemudian bagi yang kalah jangan berkecil hati. Ya sudah, nanti bertempurnya di lapangan, main bola, bukan di jalan," tambahnya.

Baca juga: 3 Insiden Penyerangan Terjadi Usai Persija Vs Persib: Pemain hingga Suporter Jadi Korban

3 Penyerangan Usai Laga Persija vs Persib

Laga antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung di Stadion Segiri, Samarinda, Minggu (10/5/2026), berakhir ricuh.

Setelah pertandingan yang dimenangkan Persib dengan skor 2-1 tersebut, sejumlah insiden penyerangan terhadap bobotoh hingga skuad Maung Bandung dilaporkan terjadi di beberapa daerah.

TribunJakarta.com merangkum sedikitnya tiga insiden orang tak dikenal (OTK) yang terjadi usai pertandingan berlangsung.

Pemain Persib Diserang di Bandara

Insiden pertama terjadi di Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Senin (11/5/2026).

Sejumlah pemain Persib Bandung disebut mendapat provokasi hingga penyerangan dari sekelompok orang saat berada di area bandara.

Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, mengatakan situasi sempat memanas ketika rombongan tim hendak kembali usai pertandingan.

"Di bandara kami diserang sama The Jakmania yang mau naik pesawat ke Jakarta juga. Tapi mereka tidak satu pesawat. Jadi dia langsung dari gate 10, nyerang ke gate 1 gitu kan, rame-rame. Tapi persiapan di sana sudah sangat siap," ujar Umuh dikutip dari TribunJabar.

Menurut Umuh, sebelum masuk area bandara, Beckham Putra dan Kakang juga sempat mendapat provokasi.

"Akhirnya nggak tahan Beckham sama Kakang dilawan gitu. Tapi dia juga pada pergi karena Beckham juga banyak yang mendukung, karena banyak Bobotoh juga di Balikpapan," kata Umuh.

Beruntung, pengamanan dari aparat kepolisian disebut sigap sehingga situasi dapat dikendalikan.

Baca juga: Harga Mahal Kemenangan Persib atas Persija, Layvin Kurzawa Cedera hingga Akhir Musim

Bobotoh Dikeroyok di Sukabumi

Kericuhan juga terjadi di Kampung Bantarmuncang, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Minggu malam.

Tiga bobotoh dilaporkan menjadi korban pengeroyokan oleh OTK saat melintas menggunakan sepeda motor.

Salah satu korban, Dede Arif, mengatakan dirinya bersama rekan-rekannya dicegat oleh massa saat hendak menuju kawasan Cibatu.

"Kita cuman 3 atau 4 motor, kalau yang mengadang itu banyak, sekitar 20 orang. Kejadiannya sesudah nobar, mungkin karena Persija kalah kali," ujar Dede.

Akibat kejadian itu, Dede mengalami luka robek di kepala bagian kanan.

"Akhirnya karena kita melawan untuk jaga diri, kita turun juga. Nggak mungkin kita kalau diserang itu diam. Batu, botol kaca, kayu, hingga bambu berhamburan mengenai kita," ucap Dede dikutip dari TribunJabar.

Korban lainnya, Mahmudin, juga mengalami luka di kepala setelah berusaha menyelamatkan saudaranya yang lebih dulu dikeroyok di sekitar rel kereta api.

Pelajar Dikeroyok di Kuningan

Insiden ketiga terjadi di Jalan Raya Caracas, Kabupaten Kuningan. Seorang pelajar berinisial FN (15) menjadi korban pengeroyokan seusai pertandingan Persib melawan Persija.

Korban mengalami luka-luka hingga harus menjalani perawatan di rumah sakit.

"Iya Kang, itu saudara saya. Sekarang sedang menjalani perawatan untuk kesembuhan, usai mendapat pertolongan pertama dari rumah sakit Linggajati," kata Arian, kakak ipar korban saat dikonfirmasi, Senin (11/5/2026).

Menurut Arian, saat kejadian FN baru selesai membeli bensin dan sayuran sambil mengenakan baju Persib.

"Namun, setelah membeli bensin di SPBU daerah setempat, tiba tiba FN diserang oleh segerombolan orang yang memakai pakaian hitam yang diduga pendukung Persija," ungkapnya.

Arian juga menyebut korban sempat diseret ke area ruko dan dipukuli oleh kelompok tersebut.

"Meski tidak menggunakan atribut baik itu Persija. Tapi dugaan kuat berpakaian hitam adalah pendukung Persija dan berpaspasan adik saya langsung dipepet, ditendang, dipukuli, diseret, dibawa ke ruko. Dipukuli di situ,” kata Arian seraya mengaku ada beberapa video amatir dan kejadian itu terekam CCTV juga.

Pihak keluarga telah melaporkan kasus tersebut ke kepolisian.

Menanggapi insiden itu, Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiyono mewakili Kapolres AKBP Muhamad Ali Akbar mengatakan pengamanan pertandingan sebenarnya telah menjadi perhatian aparat keamanan.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, turut mendatangi korban pengeroyokan.

"Kami tentu sangat merasa prihatin atas kejadian yang menimpa korban. Kami berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Kuningan," ujarnya.

Ia meminta aparat penegak hukum mengusut tuntas kasus tersebut dan segera menangkap para pelaku.

"Mencintai klub sepak bola merupakan hal yang wajar, namun tidak boleh dilakukan secara berlebihan hingga menimbulkan tindakan kekerasan dan merugikan masyarakat lain," katanya dikutip dari TribunJabar.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul ''Bawa ke Barak'' Dedi Mulyadi Beri Peringatan pada Suporter yang Rusuh usai Laga Persib vs Persija

Sumber: Tribun Jabar
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas