Misteri Kematian Mahasiswi Unhas di Kampus, Sempat Kirim Voice Note ke Teman
Mahasiswi Unhas Gowa ditemukan tewas misterius di belakang Gedung Arsitektur, keluarga menolak autopsi, polisi terus selidiki.
Editor:
Glery Lazuardi
Ringkasan Berita:
- Suasana kampus Unhas Gowa gempar setelah PJT (19) ditemukan tewas di belakang Gedung Arsitektur.
- Polisi memastikan barang korban utuh, namun posisi terpisah.
- Voice note terakhir korban mengisyaratkan tindakan berbahaya.
- Autopsi ditolak keluarga, meski penyelidikan tetap berjalan dengan pemeriksaan saksi dan CCTV
TRIBUNNEWS.COM - Suasana senyap di belakang Gedung Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin (Unhas), Kampus Gowa, mendadak gempar pada Senin (18/5/2026) malam.
Seorang mahasiswi berinisial PJT (19) ditemukan meninggal dunia dalam posisi tertelungkup di atas paving block sekitar pukul 21.00 WITA.
Kematian mahasiswi semester awal tersebut hingga kini masih menyisakan tanda tanya besar.
Meski tim Forensik Biddokes Polda Sulsel menemukan sejumlah luka di tubuh korban, kepastian penyebab kematiannya belum dapat dipastikan setelah pihak keluarga menolak proses autopsi.
Kanit Resmob Satreskrim Polres Gowa, Ipda Andi Muhammad Alfian, menjelaskan jasad korban pertama kali ditemukan oleh petugas keamanan kampus yang sedang melakukan patroli rutin.
“Awalnya petugas keamanan kampus sedang berpatroli rutin seperti biasa. Di area belakang gedung arsitektur, ia dikagetkan dengan sesosok perempuan yang sudah tergeletak dalam posisi tertelungkup,” jelas Ipda Andi Muhammad Alfian saat dikonfirmasi.
Temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Bontomarannu dan diteruskan ke Satreskrim Polres Gowa untuk dilakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan tidak ada indikasi pencurian atau perampokan karena seluruh barang berharga milik korban ditemukan dalam kondisi utuh.
Namun, posisi barang-barang korban ditemukan terpisah. Sepeda motor dan kacamata berada di area bawah gedung, sedangkan tas berisi laptop, sepatu, dan telepon genggam ditemukan rapi di rooftop atau lantai 4 Gedung Arsitektur.
Polisi juga mengamankan sebuah benda tumpul di sekitar lokasi kejadian. Meski begitu, penyidik belum dapat memastikan apakah benda tersebut berkaitan langsung dengan kematian korban.
Penyelidikan kemudian mengarah pada pesan suara terakhir yang dikirim korban kepada salah satu rekannya bernama Ani.
Berdasarkan pemeriksaan polisi, sebelum ditemukan meninggal dunia, PJT sempat mengirim voice note yang berisi isyarat akan melakukan tindakan yang membahayakan dirinya.
“Isi rekaman suara tersebut intinya menjelaskan bahwa almarhumah berniat melakukan hal-hal yang membahayakan atau menghilangkan nyawanya sendiri. Karena panik, rekannya langsung bergegas ke lokasi, namun setibanya di sana korban sudah ditemukan meninggal dunia,” beber Ipda Alfian.
Hingga kini, polisi membenarkan adanya temuan luka pada tubuh korban berdasarkan hasil visum luar. Namun, penyebab luka tersebut belum dapat disimpulkan secara pasti karena autopsi batal dilakukan.
Pihak keluarga diketahui telah menandatangani surat penolakan autopsi dan membuat video pernyataan resmi sebelum membawa jenazah korban ke rumah duka di Jalan Agus Salim Sombau, Gowa.
Meski demikian, Polres Gowa menegaskan proses penyelidikan tetap berjalan.
“Kami tetap melakukan penyelidikan untuk mencari bukti petunjuk. Sejauh ini sudah 11 saksi kami periksa, mulai dari teman kampus, security, hingga keluarga korban,” tegas Ipda Alfian.
Saat ini penyidik masih mengumpulkan berbagai bukti tambahan, termasuk memeriksa rekaman CCTV di sekitar kampus.
Namun, proses itu terkendala karena area belakang gedung yang menjadi lokasi kejadian dikenal minim pencahayaan dan berada di luar jangkauan kamera pengawas.
Baca juga: Kronologi 3 Korban Tewas Terlindas Grader & Nasib Kelanjutan Proyek Perbaikan Jalan Desa di Banjar
Kronologi Mahasiswi Arsitektur Unhas Ditemukan Tewas di Kampus
Seorang mahasiswi Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin (Unhas), ditemukan meninggal dunia di area kampus Jalan Poros Malino, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada Senin (18/5/2026) malam.
Korban ditemukan dalam posisi tengkurap di jalanan beton belakang Gedung Arsitektur kampus Unhas.
Kanit Pidum Sat Reskrim Polres Gowa, Ipda Muh Alfian, mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh rekannya sendiri setelah mengirim pesan suara atau voice note (VN) yang mencurigakan.
“Korban pertama kali ditemukan oleh rekannya,” kata Ipda Muh Alfian kepada wartawan, Selasa (19/5/2026).
Berdasarkan kronologi yang dihimpun polisi, sekitar pukul 18.50 WITA, salah seorang saksi menerima pesan suara dari korban.
Dalam pesan tersebut, korban menyampaikan kalimat yang membuat rekannya panik.
“Bisa jadi saya sudah tidak ada (meninggal) dan silahkan cari saya di belakang kampus (Gedung Arsitek),” demikian isi pesan suara korban.
Usai menerima pesan itu, saksi langsung bergerak menuju kampus Unhas sambil menghubungi rekan lainnya untuk membantu mencari korban.
Sekitar pukul 19.00 WITA, saksi tiba di area kampus dan bergegas menuju parkiran belakang Gedung Arsitektur.
Tak lama kemudian, korban ditemukan sudah dalam kondisi tengkurap di jalan beton dan tidak bergerak.
Saksi kemudian meminta bantuan rekan lainnya untuk mengevakuasi korban dari lokasi kejadian.
Beberapa menit setelah penemuan tersebut, ayah korban juga tiba di lokasi dan bersama-sama membawa korban ke Rumah Sakit Yapika.
Namun nahas, nyawa korban tidak berhasil diselamatkan dan dinyatakan meninggal dunia.
Sekitar pukul 19.45 WITA, pihak keluarga kemudian membawa jenazah korban ke rumah duka.
Selanjutnya pada pukul 22.00 WITA, Tim Inafis Polres Gowa bersama Biddokes Polda Sulsel mendatangi lokasi kejadian dan rumah duka untuk melakukan pemeriksaan lanjutan.
Jenazah korban kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar guna proses pemeriksaan lebih lanjut.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab pasti kematian mahasiswi tersebut.
Artikel ini telah tayang di Tribun-Timur.com dengan judul Misteri Kematian Mahasiswi Unhas, Kirim VN Terakhir Sebelum Ditemukan Tertelungkup
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.