Misteri Api di Rumah Warga Sleman: Sudah 6 Hari, Lebih dari 40 Kali Kebakaran
Rumah warga di Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, dilanda kebakaran lebih dari 40 kali selama enam hari.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Rumah warga di Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, dilanda kebakaran berulang kali.
- Sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak di rumah milik Mutfiana tersebut.
- Kebakaran pertama terjadi pada Sabtu (23/5/2026) dini hari dan terus berlanjut hingga Kamis (28/5/2026).
TRIBUNNEWS.COM - Kebakaran berulang merupakan fenomena ketika titik api muncul dan menyala kembali di lokasi yang sama secara berturut-turut dalam waktu berdekatan.
Kasus ini paling sering dipicu oleh dua faktor, pertama kelalaian yang tidak disadari, seperti bara api yang belum padam sepenuhnya.
Kedua, kondisi alam atau lingkungan yang ekstrem, di antaranya kebocoran gas metana dan gambut kering.
Baru-baru ini fenomena tersebut terjadi di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Rumah seorang warga di Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, dilanda kebakaran berulang kali.
Dilaporkan sudah lebih dari 40 kali api muncul secara acak di rumah milik Mutfiana.
Kebakaran pertama terjadi pada Sabtu (23/5/2026) dini hari dan terus berlanjut hingga Kamis (28/5/2026). Titik api muncul di lokasi acak.
Pada Kamis sekitar pukul 14.50 WIB, api membakar helm dan styrofoam yang berada di atas akuarium ruang depan rumah tersebut.
Hari sebelumnya, Rabu (27/5/2026) sekira pukul 23.00 WIB, api membakar barang yang diletakkan di gagang pintu kamar tengah.
Barang itu berupa handuk merah yang kemudian terbakar dan jatuh ke lantai.
Baca juga: Warga Sleman DIY Mengaku Diteror Api Misterius: 15 Titik Kebakaran di Rumah
Rentetan kejadian ini menyisakan misteri bagi penghuni rumah.
Sebab, titik api muncul di lokasi acak dan berpindah-pindah di berbagai sudut rumah selama hampir satu minggu.
Mutfiana mengatakan tim pemadam kebakaran (Damkar) sempat berjaga di rumahnya ketika titik api muncul dan membakar boneka anaknya, Minggu (24/5/2026).
Kejadian kemudian dilaporkan ke Gegana Polda DIY.
Tak berselang lama, tim Gegana datang melakukan pemeriksaan di seluruh area rumah.
“Mereka ngecek apakah ada pemicu gas atau apa. Memang sempat tercium bau gas yang pekat,” ujar Fia saat diwawancarai, Senin (25/5/2026), dilansir TribunJogja.com.
Dari hasil pengecekan sementara, petugas menyebut kondisi rumah dalam keadaan netral.
Tidak ditemukan unsur lain di luar dugaan kebocoran gas.
“Istilahnya sudah dinyatakan clear dan netral,” katanya.
Mutfiana sempat merasa lega mendengar hal tersebut dan mengira teror kebakaran berakhir.
Akan tetapi, api kembali muncul beberapa jam kemudian.
“Setelah Gegana pulang sekitar jam 3 sore, ada lagi api nyamber kursi,” ujarnya.
Diduga Kebocoran Gas Septic Tank
Sementara itu, hasil pengecekan Tim Gegana Polda DIY menyatakan rentetan kebakaran ini diduga kuat dipicu akumulasi kebocoran gas metana di bawah tanah.
Gas itu menyebar luas di bawah keramik lantai rumah korban sehingga memicu munculnya kebakaran di lokasi yang berbeda-beda.
Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro mengatakan ancaman kemunculan titik api di dalam rumah tersebut masih berpotensi terjadi hingga beberapa pekan ke depan.
"Berdasarkan keterangan Tim Gegana yang sudah disampaikan kepada pemilik rumah."
"Gas metana ini sementara masih berpotensi muncul dalam kurun waktu sekitar satu minggu hingga satu bulan pascapenanganan."
"Karena gas sudah menyebar di bawah lantai," jelas Argo, Kamis, dilansir dari TribunJogja.com.
Sejauh ini, sejumlah upaya penanganan telah dilakukan untuk menghentikan sumber gas yang diduga menjadi penyebab kebakaran.
Upaya itu antara lain perbaikan septic tank, penyedotan limbah, penggantian instalasi pipa peralon, dan memasang pipa saluran pembuangan gas ke udara dari septic tank.
Namun, sisa gas yang terlanjut terjebak di bawah struktur bangunan masih menjadi ancaman.
Artinya, meskipun sudah dilakukan perbaikan pada saluran limbah, tetapi titik api masih berpotensi muncul.
"Hingga hari keenam sejak pertama kali kejadian, tercatat sudah lebih dari 40 kali kemunculan api di berbagai titik di dalam rumah tersebut," katanya.
Di sisi lain, Kapolsek Seyengan AKP Pujiono mengatakan karakteristik gas metana yang sudah terakumulasi di dalam bangunan tersebut sangat sensitif.
Gas itu tidak memerlukan pemantik api langsung untuk terbakar, melainkan dapat menyala akibat terpicu listrik statsi di sekitar lokasi.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Tim Gegana Turun Tangan, Teror Api di Rumah Warga Seyegan Diduga Akibat Kebocoran Gas Septic Tank
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJogja.com/Almurfi Syofyan/Ahmad Syarifudin)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.