Titik Api di Rumah Seyegan Sleman Meluas pada Hari Ke-11, Sudah Sampai ke Halaman Tetangga
Titik api di rumah Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, masih terus muncul, terhitung pada Selasa (2/6/2026) sudah memasuki hari ke-11.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Febri Prasetyo
Ringkasan Berita:
- Titik api di rumah Seyegan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, masih terus muncul.
- Hingga hari ke-11 pada Selasa (2/6/2026), total sudah ada 83 titik api yang muncul di rumah tersebut.
- Bahkan, titik api meluas, tidak hanya di dalam rumah Agus Yani, melainkan sudah sampai ke halaman tetangga.
TRIBUNNEWS.COM - Gas yang sering menjadi pemicu utama kebakaran di antaranya Liquid Petroleum Gas (LPG), metana (gas alam), dan setilena (gas las).
Gas-gas ini memicu kebakaran dan ledakan dahsyat saat mengalami kebocoran di ruangan tertutup dan bercampur dengan udara atau oksigen, kemudian tersulut oleh percikan api.
Fenomena kebakaran tak biasa terjadi di rumah warga Padukuhan Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Api terus muncul di rumah keluarga Agus Yani, dengan lokasi berpindah-pindah.
Titik api muncul pertama kali pada Sabtu (23/5/2026) dini hari dan terus berlanjut hingga Selasa (2/6/2026).
Hingga hari ke-11 pada Selasa (2/6/2026), total sudah ada 83 titik api yang muncul di rumah tersebut.
Api itu membakar, pakaian perabot, kayu, dan barang lain.
Pada Selasa, dua titik api kembali menyala.
Pertama, kardus dan terpal di atas gerobak terbakar hebat pada pukul 18.56 WIB di sawah belakang rumah.
Api membumbung setinggi dua meter, memaksa warga menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) untuk memadamkan kobaran.
Berselang sepuluh menit, api kembali muncul. Kali ini di dapur.
Baca juga: Momen Tim UGM Saksikan Api Mendadak Muncul di Rumah Warga Seyegan Sleman: Luar Biasa
Kardus terbakar lalu merembet ke tabung gas di sebelahnya.
Kepanikan sempat melanda karena api menyala di atas regulator tabung.
“Awas, awas, (api) kena gas. Langsung semprot wae,” teriak warga yang berjaga, dilansir TribunJogja.com.
Untungnya, satu semprotan APAR berhasil memadamkan api sebelum terjadi ledakan.
Sementara itu, titik api telah meluas tidak hanya di dalam rumah Agus Yani, tetapi sudah sampai ke halaman tetangga.
Satu titik api muncul membakar triplek yang diletakkan di halaman belakang ruko, tepat di utara rumah Agus Yani, Senin (1/6/2026) sekira pukul 15.00 WIB.
Empat jam kemudian, tepatnya pukul 18.45 WIB, tumpukan kayu di halaman belakang rumah kontrakan sebelah utara ruko ikut terbakar.
Titik Api Berpindah Ikuti Pergerakan Gas
Tim peneliti dari Universitas Gadjah Mada (UGM) turun melakukan observasi di lokasi.
Berdasarkan pantauan, mereka mendeteksi adanya lonjakan suhu drastis yang dibarengi dengan kenaikan volume gas hidrogen (H2) pada barang yang terbakar di rumah tersebut.
Fenomena tersebut disebut auto-ignition atau penyalaan spontan, di mana api muncul sendiri tanpa pemantik eksternal akibat unsur dalam "segitiga api" mencapai kondisi optimum pada posisi stoikiometri.
Ketua Tim Peneliti dari Fakultas Teknik UGM, Alva Edy Tantowi, mengatakan sifat gas yang dinamis menjadi alasan mengapa titik kebakaran di rumah Agus Yani selalu acak dan berpindah-pindah.
"Jadi ada satu kondisi mengapa barang (yang) terbakar bisa berpindah-pindah, karena berupa gas."
"Gas itu bisa berkonsentrasi di sana, memenuhi syarat (segitiga api), maka menyala. Nanti pindah lagi, memenuhi syarat, menyala lagi," jelas Alva, Senin (1/6/2026), dilansir TribunJogja.com.
Saat melakukan observasi di lokasi kejadian, tim Peneliti UGM menyaksikan langsung api muncul dan membakar kaus yang ada di dalam kamar.
Api sempat dipadamkan menggunakan APAR, namun kembali menyala.
Melalui instrumen alat ukur, atmosfer di dalam ruang kamar itu diduga mengandung unsur pemicu yang tinggi.
Namun, gas tidak dapat menyala sendiri tanpa ada medis fisik.
Misalnya kain, kertas ataupun barang-barang yang posisinya tergantung.
Oleh karena itu, untuk meminimalisir risiko kebakaran susulan yang lebih besar, Alva meminta agar ruangan dengan konsentrasi gas tinggi segera dikosongkan dari segala benda yang mudah terbakar.
"Ruangan tadi saya minta dikosongkan agar meminimalisir kebakaran karena di ruangan itu ada kain, media yang mudah terbakar," kata dia.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJogja.com dengan judul Hari Kesebelas Teror Api di Sleman: 83 Titik Kebakaran Misterius di Rumah Agus Yani
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJogja.com/IWE/Singgih Wahyu N/Ahmad Syarifudin)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.