Pemberdayaan Berbasis Kreativitas Jadi Fokus Program YPBLC untuk Penghuni Panti Karya Asih Malang
Penghuni panti dilatih untuk pemulihan melalui kombinasi penanganan medis, terapi seni, olahraga, dan pelatihan keterampilan tangan.
Penulis:
Wahyu Aji
Editor:
Muhammad Zulfikar
Ringkasan Berita:
- Panti Karya Asih Malang fokus merawat dan merehabilitasi ODGJ, penyandang disabilitas, serta lansia dengan demensia.
- Penghuni panti dilatih untuk pemulihan melalui kombinasi penanganan medis, terapi seni, olahraga, dan pelatihan keterampilan tangan.
- Melatih kemandirian sosial dan ekonomi para penghuni agar siap kembali berbaur di tengah masyarakat.
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langkah strategis dan inspiratif kembali diambil oleh Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti (YPBLC) dalam memperluas jangkauan dampak sosialnya hingga ke wilayah Jawa Timur.
Melalui aksi nyata yang berlangsung Sabtu (6/6/2026) kemarin, YPBLC sukses menyelenggarakan program pemberdayaan berbasis komunitas di Panti Karya Asih Malang lewat pilar CSR "Make New Hope".
Fokus utama dari kegiatan ini adalah pengembangan bakat kreatif lokal yang kerap luput dari perhatian publik.
YPBLC melihat adanya potensi besar tersembunyi di dalam diri para penghuni panti yang jika diasah dengan baik dapat menghasilkan sebuah karya yang luar biasa.
Melalui integrasi seni pembuatan lilin hias dan pembuatan lukisan kolektif lewat cap tangan, YPBLC tidak hanya sekadar memberikan bantuan materiil yang bersifat konsumtif.
Mereka melakukan proses transfer pengetahuan (knowledge transfer) yang bernilai guna tinggi demi menunjang kemandirian ekonomi panti di masa depan.
Para peserta diajarkan dari tahap dasar pemilihan bahan baku lilin, proses pewarnaan, hingga teknik pengemasan yang menarik.
Langkah detail ini sengaja diterapkan agar hasil karya dari panti memiliki nilai jual yang tinggi di pasaran, sehingga program CSR ini benar-benar memberikan dampak yang berkelanjutan.
Julian Bongsoikrama, B.A., M.Sc., selaku Ketua Yayasan Pendidikan Budi Luhur Cakti, menegaskan komitmen jangka panjang dari lembaga yang dipimpinnya dalam membangun ekosistem masyarakat yang tidak hanya edukatif tetapi juga suportif terhadap sesama.
"Langkah bersama Panti Karya Asih Malang ini adalah refleksi nyata dari visi besar yang diusung oleh YPBLC. Kami ingin menginspirasi sektor pendidikan lainnya di Indonesia bahwa tanggung jawab sosial harus menyentuh akar rumput secara langsung. Kami berkomitmen untuk terus membuka jalan bagi ruang-ruang berekspresi seperti ini agar kalimat 'masa depan penuh cahaya' bukan lagi sekadar slogan belaka," kata Julian.
Dengan selesainya program ini, YPBLC berharap model pemberdayaan berbasis kreativitas ini dapat diduplikasi oleh berbagai pihak demi meratanya kesejahteraan sosial di Tanah Air. (*)