Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ahmad Luthfi Tegaskan Perbaikan Jalan di Jateng Tak Bisa 'Sakdek Saknyet'

Setelah menuai berbagai kritik terkait kondisi jalan, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menggelontorkan Rp 200 miliar melalui realokasi anggaran APBD.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ahmad Luthfi Tegaskan Perbaikan Jalan di Jateng Tak Bisa 'Sakdek Saknyet'
Pemprov Jateng
AHMAD LUTHFI - Setelah menuai berbagai kritik terkait kondisi jalan, Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, menggelontorkan Rp 200 miliar melalui realokasi anggaran APBD 2026. Kebijakan pengalihan anggaran ditempuh untuk meningkatkan kembali tingkat kemantapan jalan provinsi yang sempat turun akibat musim hujan berkepanjangan hingga awal 2026. 

“Memang tidak bisa kita bangun jalan itu sakdek saknyet (seketika). Jadi perlu adanya lelang, perlu adanya penggeseran anggaran, perlu adanya Perkada untuk mengubah agar kita tidak melanggar peraturan. Jadi tidak bisa langsung. Intinya, kita bisa melakukan itu,” jelas Luthfi.

Tuai Kritik

Sebelumnya, Jalan Raya Randublatung-Cepu di Kabupaten Blora menjadi perhatian warganet.

Bukan hanya karena kerusakannya, namun respons Ahmad Luthfi terhadap aspirasi yang disampaikan Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini.

Momen itu terkadi saat pertemuan Ahmad Luthfi dengan sejumlah kepala daerah dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 Wilayah Pengembangan Jekuti & Banglor di Kudus pada 26 Mei 2026 lalu.

Pada kesempatan itu, Sri Setyorini curhat kondisi jalan rusak di wilayah Cepu-Randublatung.

"Jalan Cepu-Randublatung lagi viral Bapak," katanya.

Menanggapi hal itu, Ahmad Luthfi menegaskan perbaikan jalan rusak harus disesuaikan dengan kemampuan pemimpin daerah masing-masing.

Rekomendasi Untuk Anda

Mantan Kapolda Jateng itu harus mengedepankan skala prioritas. 

Ditambah masyarakat tidak memahami mana jalan yang di bawah wewenang pemerintah pusat, pemerintah provinsi, ataupun pemerintah kabupaten/kota.

"Saya bangun itu tidak ada manfaatnya dan biayanya besar sekali. Saya lebih mengutamakan jalan yang sini karena di sini menguntungkan bagi masyarakat bagi pertumbuhan ekonomi."

"Nah, makanya yang bisa me-manage yang tahu wilayah adalah para bupati, wali kota, dan dinasnya harus mempunyai skala prioritas. Karena dengan keterbatasan fiskal dan tekanan fiskal di tempat," ungkap Ahmad Luthfi.

JALAN RUSAK - (Kiri) Wakil Bupati Blora Sri Setyorini saat curhat kondisi jalan rusak di wilayah Cepu-Randublatung dan (Kanan) Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam  Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 Wilayah Pengembangan Jekuti & Banglor di Kudus pada 26 Mei 2026 lalu.
JALAN RUSAK - (Kiri) Wakil Bupati Blora Sri Setyorini saat curhat kondisi jalan rusak di wilayah Cepu-Randublatung dan (Kanan) Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi dalam Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026 Wilayah Pengembangan Jekuti & Banglor di Kudus pada 26 Mei 2026 lalu. (Kolase Tribunnews.com/Kanal YouTube PEMPROV JAWA TENGAH)

Potongan percakapan antara Wakil Bupati Blora dan Ahmad Luthfi pada akhirnya viral tewas media sosial, seperti diunggah di akun @undercover.id.

Hingga Senin (1/6/2026), video tersebut sudah ditonton lebih dari belasan ribu kali.

Warganet menyayangkan pernyataan Ahmad Luthfi. Menurut mereka semua jalan rusak harus menjadi prioritas.

"Berati rakyat blora jgn bayar pajak kendaraan mending uangnya buat iuran aja terus buat benerin jalan solnya di blora gak diutamain sama gubernurnya," tulis warganet @masmed_14.

"Jalan itu haknya rakyat, bukan masalah skala prioritas... Jika jalan bagus, perekonomian otomatis tumbuh. Masa gubernur gitu ngomongnya," timpal akun @sudiaja_ya.

(Tribunnews.com/Gilang P, Endra K)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas