Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kesaksian Penjual Sate di Boyolali, Menantu Bunuh Mertua Pakai Racun dan Samarkan Identitas Pengirim

Kasus tragis di Boyolali, Jawa Tengah, seorang nenek tewas setelah menantunya mengirim sate beracun melalui ojol dengan identitas palsu anak korban.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Faisal Mohay
Editor: Febri Prasetyo

Ringkasan Berita:
  • PW (40) merencanakan pembunuhan mertuanya A (57) dengan mencampur racun tikus ke sate ayam yang dikirim lewat ojol.
  • Identitas pengirim diubah menjadi nama anak korban untuk mengelabui.
  • Polisi menemukan PW mengganti plastik pembungkus sate, berbeda dari kebiasaan penjual.

 

TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah kasus pembunuhan yang terjadi di lingkup keluarga kerap dilatarbelakangi oleh motif dendam.

Pada Senin (25/5/2026) lalu, nenek bernama Aminah (64) dibunuh menantunya, Angga (31) di Kabupaten Empat Lawang, Sumatra Selatan.

Pelaku menyimpan dendam kepada korban lantaran tidak puas dengan hasil pembagian panen kopi.

Kasus pembunuhan mertua juga terjadi di Desa Sindon, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Nenek berinisial A (57) dibunuh menantunya, PW (40), menggunakan racun tikus.

Rekomendasi Untuk Anda

PW mengirimkan sate ayam ke rumah korban menggunakan jasa ojek online (ojol).

Identitas pengirim diubah menjadi nama anak korban, Luriyanti Putri, untuk menutupi kasus pembunuhan.

Baca juga: Kronologi Lengkap Ayah dan Anak Bunuh Pedagang Cilok di Tangerang, Kepala Korban Dihantam Tabung Gas

PW telah merencanakan aksinya dengan mencampuri sate dengan racun tikus serta mengelabui driver ojol.

Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Indra Wira Saputra menerangkan driver ojol sempat curiga karena identitas pengirim perempuan sedangkan orang yang memberikan sate laki-laki.

Penyidik telah memeriksa penjual sate berinisial MM.

Dalam keterangannya, MM membenarkan PW mendatangi warung di Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah untuk membungkus sate ayam pada Senin (25/5/2026) malam.

MM selalu memberi plastik bening ke pelanggan, namun plastik yang ditemukan di lokasi kejadian berwarna hitam.

Diduga PW mengganti plastik untuk mengaburkan asal-usul makanan.

"Diketahui bahwa sebelum kejadian ini PW tidak pernah mengirimkan makanan kepada korban," bebernya, dikutip dari TribunSolo.com.

Kata Kuasa Hukum Keluarga

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas