Respons Dedi Mulyadi soal Pesta Gay di Karawang, Buka Opsi Barak Militer
Viral di media sosial, pesta gay di sebuah tempat hiburan malam di Karawang, Jawa Barat. Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi, buka opsi barak militer.
Penulis:
Nanda Lusiana Saputri
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Viral di media sosial, pesta gay di sebuah tempat hiburan malam di Karawang, Jawa Barat.
- Kejadian itu mendapat respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
- Dedi pemerintah bakal mencari pendekatan penanganan sosial yang sesuai, termasuk membuka opsi barak militer.
TRIBUNNEWS.COM - Kasus pesta sesama jenis di Indonesia ditindak tegas oleh pihak kepolisian melalui penegakan hukum pidana pornografi dan pelanggaran kesusilaan di muka umum.
Kasus-kasus ini biasanya berujung pada penetapan tersangka bagi penyelenggara serta pemeriksaan kesehatan masif akibat risiko penularan penyakit menular.
Baru-baru ini, video yang memperlihatkan sejumlah pria saling berpelukan di sebuat tempat hiburan malam, viral di media sosial.
Dalam video berdurasi 12 detik itu terlihat suasana kelab malam dengan pencahayaan minim dan sorotan lampu berwarna biru, merah, serta ungu.
Sejumlah pria tampak berpelukan dan berjoget mengikuti musik yang diputar.
Pesta gay itu terjadi di Theatre Night Mart Jalan Tuparev No. 63, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Minggu (7/6/2026).
Gay merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan seseorang yang memiliki ketertarikan secara seksual, romantis, atau emosional terhadap individu dari jenis kelamin yang sama.
Meski secara umum merujuk pada pria yang menyukai pria, istilah ini juga sering digunakan secara luas untuk menggambarkan homoseksualitas pada umumnya.
Kejadian itu mendapat respons dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Dedi meminta, Pemerintah Kabupaten Karawang mengambil langkah kongkret dalam merespons peristiwa tersebut.
“Dari sisi aspek wilayah, Bupati sudah menyampaikan katanya tidak ada tempat bagi kaum gay di Karawang. Tinggal Bupati dan seluruh jajaran melakukan tindakan yang lebih nyata,” ujar Dedi, Selasa (9/6/2026), dilansir TribunJabar.id.
Baca juga: Fakta Tempat Hiburan Malam di Karawang Jadi Lokasi Pesta Gay, Satpol PP Ambil Tindakan Tegas
Dedi menyatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan melihat penanganan berdasarkan kelompok sasaran.
Termasuk apabila yang terlibat masih berstatus pelajar maupun masyarakat umum.
“Kalau itu adalah siswa, maka kami wajib memperbaiki. Kalau itu masyarakat, ya mungkin juga saya harus memperbaiki,” tandasnya.
Dedi menerangkan, pemerintah bakal mencari pendekatan penanganan sosial yang sesuai.
Yakni melalui lembaga yang dinilai dapat melakukan penanganan terhadap perilaku menyimpang.
“Nanti kami cari di lembaga siapa yang bisa menyembuhkan kaum gay,” katanya.
Orang nomor satu di Jawa Barat itu juga membuka opsi pendekatan penanganan melalui pelibatan fasilitas pembinaan yang lebih ketat, termasuk barak militer.
“Ya mudah-mudahan barak militer bisa menyelesaikan gay,” ucapnya.
3 Orang Jadi Tersangka
Masih dari laman TribunJabar.id, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus pesta gay di Karawang.
Ketiga tersangka itu yakni SA, RD, dan DD.
Hal itu disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Hendra Rochmawan, Selasa.
"Mereka ditetapkan sebagai tersangka hasil perkembangan yang dilakukan 8-9 Juni 2026. Pemeriksaan intensif terus dilakukan terhadap para pelaku yang beredar di video."
"Kami juga berkoordinasi dengan JPU soal pasal yang dikenakan dan disepakati dikenakan pasal 406 tentang melanggar asusila di tempat umum dan muka orang lain jo pasal 414 tentang perbuatan cabul yang ancaman hukuman 9 tahun penjara," katanya.
Selain itu, polisi juga telah memeriksa tujuh orang saksi dalam kasus ini.
Hendra mengungkapkan, pengembangan kasus ini berdasarkan laporan nomor: LI/06/VI/2026/RES PPA DAN PPO, tanggal 08 Juni 2026.
Theatre Night Mart Minta Maaf
Pengelola Theatre Night Mart Karawang meminta maaf atas kejadian di tempat hiburan malam yang mereka kelola.
Manajer Operasional Theatre Night Mart, Tommy Wijaya mengatakan, pihaknya telah memasang berbagai imbauan yang menyatakan tempat hiburan tersebut tidak mendukung aktivitas LGBT.
Imbauan itu dipasang melalui roll banner maupun tayangan video di layar dalam area tempat hiburan.
"Saya mewakili manajemen meminta maaf dan berjanji tidak ada kejadian seperti itu lagi," ujar Tommy, mengutip Kompas.com.
Sebagian artikel ini telah tayang di TribunJabar.id dengan judul Soroti Pesta Gay di Karawang, Dedi Mulyadi Akan Cari Lembaga Pembinaan hingga Tawarkan Barak Militer
(Tribunnews.com/Nanda Lusiana, TribunJabar.id/Nazmi Abdurrahman, Kompas.com/Farida Farhan)
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.