Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 02:00 WIB
Belgium
Belgia
Live
Egypt
Mesir
Grup H - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 05:00 WIB
Saudi Arabia
Arab Saudi
VS
Uruguay
Uruguay
Grup G - Matchday 1
Selasa, 16 Juni 2026 | 08:00 WIB
Iran
Iran
VS
New Zealand
Selandia Baru
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Internet Mati saat Demo Mahasiswa USU di DPRD Sumut, Massa Curiga Ada Pembatasan

Internet di DPRD Sumut mati saat demo mahasiswa, muncul dugaan pembatasan informasi di tengah aksi kritis terhadap pemerintah.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Glery Lazuardi
Memuat video…
Ringkasan Berita:
  • Jaringan internet di sekitar DPRD Sumut mendadak mati saat aksi mahasiswa BEM USU, Senin (15/6/2026).
  • Massa menduga pembatasan informasi karena kesulitan mengunggah foto dan video aksi. 
  • Kapolrestabes Medan mengaku belum mendengar soal gangguan internet, hanya masalah teknis pada pengeras suara. 
  • Mahasiswa tetap menyuarakan kritik terhadap kabinet dan UU Polri

TRIBUNNEWS.COM - Jaringan internet di sekitar Gedung DPRD Sumatera Utara mendadak mati saat aksi demonstrasi mahasiswa, Senin (15/6/2026).

Kondisi ini memicu dugaan adanya pembatasan informasi, lantaran massa kesulitan mengakses layanan digital untuk menyiarkan jalannya aksi.

Situasi di lapangan pun kian tegang, dengan mahasiswa menuding aparat berupaya membatasi ruang publikasi.

Pantauan di Lokasi

Gangguan jaringan, mulai dirasakan sejak massa mahasiswa tiba di lokasi sekitar pukul 15.30 WIB hingga sekitar pukul 17.00 WIB.

Sebelumnya, jaringan internet masih dapat digunakan meski mengalami perlambatan saat mengirim pesan singkat, foto, maupun video.

Akibat kondisi tersebut, sejumlah jurnalis, mahasiswa, dan warga yang berada di sekitar lokasi aksi mengaku kesulitan mengakses internet.

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Sumatera Utara (BEM USU) menggelar aksi demonstrasi dengan membawa berbagai tuntutan terhadap kebijakan pemerintah.

Rekomendasi Untuk Anda

Sejumlah peserta aksi menduga gangguan jaringan tersebut sengaja dilakukan untuk membatasi penyebaran informasi dari lokasi demonstrasi.

"Sepertinya sengaja dimatikan supaya gak bisa upload foto, video, dan live di media sosial kalau lagi ada demo," cetus salah satu mahasiswa, Senin (15/6/2026).

Baca juga: Asap Putih Selimuti Bundaran HI, Demo Mahasiswa Ricuh

Kapolrestabes Medan Mengaku Belum Mendengar

Menanggapi dugaan tersebut, Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak mengaku belum menerima informasi terkait matinya jaringan internet selama aksi berlangsung.

Ia mengatakan hanya mengetahui adanya gangguan pada perangkat pengeras suara yang digunakan di lokasi.

Menurutnya, setelah diperiksa, gangguan tersebut disebabkan oleh masalah pada baterai mikrofon.

"Sampai saat ini saya belum mendengar informasi itu. Tadi saya mendengar, lihat, memang mic saya agak terganggu. Tapi saya lihat, ternyata ada baterai yang rusak di situ," kata Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, Senin (15/6/2026).

Saat ditanya lebih lanjut mengenai dugaan adanya upaya memperlambat penyebaran informasi melalui pemutusan jaringan internet, Calvijn kembali menegaskan bahwa dirinya belum mendengar informasi tersebut.

Ia justru menilai pelaksanaan demonstrasi berjalan dengan lancar dan mendapat pelayanan dari aparat keamanan.

"Sampai saat ini saya belum mendengar informasi itu. Yang penting, kita bisa melihat bahwa lancarnya kegiatan penyampaian aksi unjuk rasa dengan pelayanan yang diberikan, itu yang sangat luar biasa."

Mahasiswa Soroti Kabinet hingga UU Polri

Sebelumnya, ratusan mahasiswa BEM USU mulai berdatangan ke depan Gedung DPRD Sumut sekitar pukul 14.33 WIB.

Dengan mengenakan almamater berwarna hijau, mereka berjalan kaki dari arah Jalan Kapten Maulana Lubis menuju Jalan Imam Bonjol.

Di barisan terdepan tampak sebuah mobil pikap yang membawa pengeras suara dan genset sebagai sumber listrik selama aksi berlangsung.

Setibanya di depan Gedung DPRD Sumut, massa langsung membentangkan sejumlah spanduk berisi kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Salah satu spanduk yang menjadi perhatian berisi kritik terhadap Kabinet Merah Putih di era Presiden Prabowo Subianto.

"Yang makan anak, yang gemuk kabinet merah putih," tulis spanduk berlatar hitam yang dibawa peserta aksi.

Selain itu, mahasiswa juga membawa spanduk yang menolak Undang-Undang Polri.

"19 juta lapangan pekerjaan untuk Polri. Tolak UU Polri," katanya.

Hingga aksi berlangsung, mahasiswa terus menyampaikan berbagai tuntutan dan kritik melalui orasi secara bergantian di depan Gedung DPRD Sumatera Utara.

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul Jaringan Internet Mati Berjam-jam Saat Mahasiswa Demo di DPRD Sumut, Kapolrestabes:Saya Belum Dengar

Sesuai Minatmu
Sumber: Tribun Medan
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas