Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Studi Ungkap Polusi Udara Lebih Banyak Cabut Nyawa Manusia daripada Rokok

Para peneliti dari Jerman tersebut memperkirakan bahwa sebanyak 8,8 juta kematian per tahun dikaitkan dengan udara kotor.

Studi Ungkap Polusi Udara Lebih Banyak Cabut Nyawa Manusia daripada Rokok
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Petugas melakukan uji emisi pada kendaraan roda empat yang melintas di Jalan Asia Afrika, Senayan, Jakarta, Selasa (17/5/2016). Uji emisi gratis yang diselenggarakan oleh Pemkot Jakarta Pusat bertujuan untuk mengurangi polusi udara yang disebabkan oleh emisi gas buang yang kotor. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

Pasalnya, sebuah penelitian sebelumnya menunjukkan mesin berbahan bakar solar itu adalah produsen utama partikel "PM2.5" mikroskopis.

Artinya, polusi mesin diesel dapat membuat udara mengandung logam berat dan bahan kimia bahan bakar lainnya yang bersarang di paru-paru dan memasuki aliran darah.

Studi yang dipublikasikan dalam European Heart Journal ini menggunakan simulasi komputer tentang interaksi bahan kimia alami dan buatan manusia.

Simulasi itu kemudian dikombinasikan dengan informasi baru tentang kepadatan populasi, faktor risiko penyakit, dan penyebab kematian. Sebagai informasi, polusi udara diperkirakan telah menyebabkan 64.000 kematian di Inggris pada 2015, termasuk 17.000 kasus fatal penyakit jantung dan arteri.

Lebih dari 29.000 kematian Inggris lainnya juga terkait dengan polusi udara disebabkan oleh berbagai kondisi seperti kanker, diabetes dan penyakit paru-paru kronis.

Ini berarti pengurangan harapan hidup rata-rata sekitar 1,5 tahun di Inggris. Namun angka ini masih jauh lebih rendah dibanding beberapa negara Eropa lainnya.

Baca: Efek Polusi Udara pada Janin, Bisa Merusak Otak Secara Permanen

Rekan penulis Profesor Jos Lelieveld, dari Max-Planck Institute for Chemistry di Mainz, mengatakan, "Tingginya jumlah kematian ekstra yang disebabkan oleh polusi udara di Eropa dijelaskan oleh kombinasi kualitas udara yang buruk dan populasi yang padat, yang mengarah pada paparan itu adalah yang tertinggi di dunia."

Di Jerman, polusi udara dikatakan bertanggung jawab atas 124.000 kematian tambahan pada 2015 dan 2,4 tahun harapan hidup yang hilang. Diperkirakan 81.000 orang terbunuh oleh polusi udara di Italia.

Mereka meminta Uni Eropa untuk mengadopsi batas keselamatan yang lebih ketat untuk PM2.5 yang ditetapkan oleh WHO. Apalagi kini tingkat polusi udara di Eropa dua kali lipat tingkat aman yang ditetapkan oleh badan kesehatan dunia itu.

"Banyak negara lain, seperti Kanada, AS dan Australia, menggunakan pedoman WHO," kata Profesor Munzel. "Uni Eropa tertinggal jauh dalam hal ini," tegasnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Polusi Udara Bunuh Lebih Banyak Orang Dibanding Merokok" 

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas