Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
No Thumbnail
Desktop Version

Benarkah Emas Tidak Berasal dari Bumi? Berikut Hasil Penelitian

Sekilas, emas sudah ada di dalam perut Bumi sejak planet ini terbentuk. Namun, benarkah demikian?

Benarkah Emas Tidak Berasal dari Bumi? Berikut Hasil Penelitian
tribunnews
Grasberg, Tambang emas Freeport di Papua 

TRIBUNNEWS.COM -  Emas adalah salah satu logam mulia paling dicari di Bumi. Emas memiliki harga yang tinggi karena untuk mendapatkannya harus menambang cukup dalam ke arah perut Bumi.

Sekilas, emas sudah ada di dalam perut Bumi sejak planet ini terbentuk. Namun, benarkah demikian?

Sebuah penelitian justru menunjukkan hal sebaliknya.

Emas dan platinum disebut seharusnya tidak langka di Bumi karena keduanya semestinya tidak ada di planet ini sama sekali. Atau setidaknya, emas tidak seharusnya ada di kerak Bumi.

Itu karena logam mulia itu memang bukan berasal asli dari Bumi.

Baca: Intip Gaya Liburan Ibunda Raffi-Nagita di Australia dan Ibu Ayu Ting Ting di Bali, Sama-sama Trendi

Baca: Marion Jola Pamer Foto Saat di Singapura, Bekas Luka Hitam-hitam di Kakinya Jadi Sorotan

Baca: Raffi Ahmad Bongkar Kebiasaan Nagita Slavina Sekali Belanja Rp 30 Juta, Ijonk Sampai Bilang Begini

Menurut analisis yang dilakukan oleh para peneliti dari Universitas Bristol, emas berasal dari tabrakan meteorit lebih dari 200 juta tahun setelah Bumi terbentuk.

Dalam penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature itu, selama pembentukan Bumi, besi cair tenggelam ke pusat planet untuk membentuk inti.

Besi cair ini tidak memasuki perut Bumi sendirian, tapi membawa serta seluruh logam mulia.

Hasil ini didapatkan oleh para peneliti setelah menganalisis bebatuan dari Greenland yang berusia hampir 4 miliar tahun.

Batuan purba ini memberikan pengetahuan mengenai komposisi planet kita tak lama setelah pembentukan inti Bumi tetapi sebelum tabrakan meteorit terjadi.

Menurut pengukuran presisi tinggi dari dua isotop atau varian atom, tungsten (logam mulia lain yang juga langka) menunjukkan bahwa meteorit yang mengandung logam mulia menghantam Bumi.

Tabrakan meteorit ini kemudian melapisi Bumi dengan kandungan emas, platinum, dan unsur-unsur lainnya lama setelah rekan asli mereka menghilang ke inti planet ini.

Setelah logam-logam mulia ini memasuki inti Bumi, proses geologi kemudian membentuk Benua dan memusatkan logam mulia di kantong-kantong tambang saat ini.

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Malvyandie Haryadi
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas