Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Populasi Orangutan di Kalimantan Semakin Kritis Memasuki Tahun 2019

Status kritis atau critically endangered ini ditetapkan oleh International Union for Conservation of Nature

Populasi Orangutan di Kalimantan Semakin Kritis Memasuki Tahun 2019
Bea Cukai
Bayi orangutan yang berhasil diselamatkan Bea Cukai Dumai. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Populasi orangutan di Pulau kalimantan semakin berkurang memasuki tahun 2019 ini.

Jika sebelumnya status populasinya genting, kini keberadaan orangutan di Kalimantan memasuki tahap kritis.

Baca: Update Pencarian Thoriq di Gunung Piramid yang Hilang Sejak Juni 2019 Hingga Medan Gunung

"Dulu kita bisa bilang Kalimantan masih aman. Populasinya antara 35.000-55.000. Tapi setelah survei naik lagi (keparahannya), sekarang sama dengan Sumatera, kritis," kata pakar orangutan Universitas Indonesia Rondang Siregar ditemui di Jakarta Pusat, Rabu (3/7/2019).

Status kritis atau critically endangered ini ditetapkan oleh International Union for Conservation of Nature.

Sumatera telah lebih dulu menyandang status ini.

Penyebab jatuhnya populasi orangutan, kata Rondang, masih masalah klasik.

Hidup orangutan terancam sebab habitatnya dirampas untuk kepentingan manusia.

Pada tahun 2017 saja, laju deforestasi masih di kisaran 97.000 hektar.

Deforestasi membuat habitat orangutan terfragmentasi.

"Karena terpotong-potong akhirnya keluar dan berkonflik dengan manusia," ujar Rondang.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...

Baca Juga

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas