Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Heboh Gerobak Bergerak Sendiri di Madiun, di AS Ada Batu yang Bisa 'Berjalan' hingga Ratusan Meter

Peristiwa benda mati bergerak sendiri sebetulnya tidak hanya terjadi di negeri kita saja, di Amerika ada fenomenia yang diberi nama Sailing Stones

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Endra Kurniawan
Editor: Daryono
zoom-in Heboh Gerobak Bergerak Sendiri di Madiun, di AS Ada Batu yang Bisa 'Berjalan' hingga Ratusan Meter
www.instagram.com/medhioen.ae dan nationalparks.org
Gerobak jalan sendiri (Kiri) dan fenomena Sailing Stones(Kanan) 

TRIBUNNEWS.COM - Media sosial tenggah dihebohkan atas viralnya sebuah video yang memperlihatkan fenomena yang tidak biasa.

Viral sebuah penampakan sebuah gerobak yang dapat berjalan sendiri.

Diketahui hal tak biasa tersebut terjadi di Rusunawa, Jalan Manis Raya, Kelurahan Nembagan Lor, Kecamatan Mangunharjo, Kota Madiun, Jawa Timur.

Peristiwa benda mati bergerak sendiri sebetulnya tidak hanya terjadi di negeri kita saja.

Di negara paman sam contohnya, ada juga fenomenia yang diberi nama Sailing Stones jika dalam bahasa Indonesia berarti 'batu berlayar'.

Fenomena ini dapat kita temui saat mengunjungi Taman Nasional Death Valley yang terletak di negara bagian Amerika Serikat, California dan Nevada.

Dirangkum dari nationalparks.org, Taman Nasional ini dianggap salah satu tempat di Benua Amerika yang memiliki keanehan dan keunikan tersendiri yang tidak dimiliki daerah lainnya di dunia.

Rekomendasi Untuk Anda

Baca: Susunan Pemain Timnas Indonesia U-23 vs Laos: Egy Maulana-Osvaldo Starter, Witan Cadangan

Death Valley juga dikenal dengan sebagai tempat terpanas di dunia.

Kembali ke Sailing Stones, fenomena ini sudah di temukan sejak tahun 1933 silam.

Sailing Stones merupakan fenomena dimana batu-batu yang berada di sebuah danau kering bernama Racetrack Playa tersebut bisa bergerak dan berjalan sendiri tanpa pengaruh gravitasi.

Pegerakan batu ini dapat dilihat dari bekas lintasan yang nampak jelas tercipta di permukaan danau kering ini.

Batu-batu yang bergerak di Racetrack Playa beraneka ragam ukuran, dari ukuran ons hingga pon (satuan berat).

Pergerakan batu-batu tersebut juga berbeda-beda, ada batu besar yang bisa begerak sendiri hingga sejauh 1.500 kaki (457.2 meter).

Sejak tahun 1900-an sudah banyak penelitian untuk mengungkap misteri di balik Sailing Stones.

Banyak terori yang berkembang soal fenomena ini.

Mulai dari alien ruang angkasa, medan magnet hingga orang iseng.

Dikutip dari livescience.com, pada tahun 2006 seorang ilmuwan NASA bernama Ralph Lorenz menaruh minat pada Death Valley.

Sebelumnya Lorenz sudah berpengalaman dalam pengamatan cuaca di planet luar angkasa.

Lorenz sangat tertarik membandingkan kondisi meteorologi Death Valley dengan yang dekat Ontario Lacus , danau hidrokarbon yang luas di Titan, bulan Saturnus.

Lorenz membuat percobaan kecil dengan memasukan beberapa batu kecil ke dalam wadah Tupperware untuk menunjukkan bagaimana batu-batu itu bisa meluncur di permukaan dasar danau.

"Saya mengambil batu kecil dan memasukkannya ke dalam Tupperware dan mengisinya dengan air"

"Sehingga ada satu inci air dengan batu bagian batu yang masih berada di permukaan air," kata Lorenz dikutip Tribunnews.com dari Smithsonian.com.

Kemudian Lorenz meletakkan Tupperware beserta air dan batu ke dalam freezer.

Setelah air membeku Lorenz mendapati lempengan es kecil dengan batu yang tertanam di dalamnya.

Kemudian Lorenz menempatkan batu yang selimuti es di nampan besar di atas pasir mengandung sedikit air.

Dengan tiupan lembut batu itu untuk membuatnya bergerak melintasi air.

Dan ketika batu yang tertanam es bergerak, ia menggoreskan jejak di pasir di bagian bawah baki.

Lorenz menyusun eksperimen cerdiknya dengan meneliti bagaimana daya apung es dapat menyebabkan batu besar, ketika terbungkus dalam es dan akhirnya bergerak.

Tim peneliti Lorenz menghitung di bawah kondisi musim dingin tertentu di kawasan Death Valley, air dan es yang cukup dapat terbentuk untuk mengapung bebatuan melintasi dasar berlumpur Racetrack Playa.

Peneliti lain dari Scripps Institution of Oceanography, Dr Richard Norris mengatakan batu-batu ini bergerak hanya 2-6 milimeter per menit.

Yang membuat gerakan batu ini tak terlihat di kejauhan.

Baca: Tips Memilih Agen Travel Umrah Aman dan Terpercaya, Pilihlah yang Berizin Resmi

Sebelumnya viral gerobak berjalan sendiri

Dilansir dari tayangan Redaksi Sore Trans 7, diketahui melalui video CCTV, nampak sebuah gerobak berjalan sendiri sejauh 50 meter.

Gerobak tersebut diketahui pada mulanya hanya terparkir, namun tiba-tiba dapat berjalan sendiri.

Saksi mata yang melihat kejadian tersebut menuturkan, ia melihat dengan mata kepalanya sendiri jika terdapat gerobak mie ayam yang berjalan sendiri.

Tak hanya itu, ia sempat mengejar gerobak itu hingga gerobak tersebut berhenti di dekat selokan.

"Gerobak mie ayam, kejadiannya jam 17.25 WIB, Jalannya sekitar 50-an meter,” ujar Suyono.

Yang membuat Suyono semakin merasa heran, ia mengetahui benar jika kondisi jalan yang dilewati gerobak tersebut rata, tidak menurun, bahkan cendurung bergelombang.

"Jalan atau tempat nya itu rata tidak menurun, agak bergelombang malah, kalau berjalan sendiri tidak bisa," ujar Suyono.

Saksi mata yang lain, Sulastri mengungkapkan kalau dirinya melihat gerobak berjalan sendiri.

Berbeda dengan keterangan Suyono, Sulastri mengaku melihat sosok yang ganjil ketika gerobak tersebut berjalan sendiri.

Sulastri pada awalnya hanya duduk di depan rumah sambil mengobrol dengan tetangganya.

Tiba-tiba ia melihat gerobak yang berjalan sendiri di depan matanya.

Baca: Erick Thohir Akui Berat Badan Naik setelah Jadi Menteri, karena Senang atau Menderita?

Sementara itu, sang pemilik gerobak mie ayam mengaku saat itu ia tidak sedang berjualan.

Terlebih ia sudah memarkirkan gerobaknya di tempat tersebut sudah 1 tahun.

Sang pemilik gerobak mengaku heran, baru pertama kalinya ia mengalami hal yang aneh dan janggal.

"Seumur umur mau satu tahun saya memarkiran gerobak saya disitu, tidak pernah ada kejadian aneh aneh apa apa," kata Uut Jonggo Purnomo.

Ia menjelaskan saat kejadian tersebut, cuaca sedang mendung, menjelang maghrib, dan ada angin yang lumayan kencang.

Namun yang membuat ia semakin merasa keheranan, jika gerobak itu berjalan mundur, pasti roda belakang akan berbelok.

Terlihat di CCTV Rusunawa, gerobak tersebut berjalan lurus.

Terlebih Jonggo mengaku jalan yang dilewati gerobak tersebut tidak rata, terdapat bebatuan.

"Memang waktu hujan itu mau magrib, ada angin yang lumayan kencang. Cuma yang saya merasa heran, kalau gerobak itu berjalan mendur, pasti roda belakang akan berbelok, tapi ini tidak. Padahal disana ada selokan, dan bisa menghindari bebatuan," ujar Jonggo.

Usai kejadian ini, Jonggo menggaku penjualan mie ayamnya tetap berjalan seperti biasa.

Melalui laman Instagram @medhioen.ae, akun tersebut juga membagikan video yang tengah viral tersebut.

Banyak para netizen yang bertanya-tanya tentang kejadian tersebut.

Para netizen juga menilai ini merupakan kejadian biasa, namun ada yang menilai ini merupakan hal yang tak biasa.

Melalui laman Instagram @medhioen.ae, video viral tersebut telah mendapatkan perhatian netizen sebanyak 22 ribu lebih tayangan dan 3 ribu yang menyukai.

 (*)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL, Video CCTV Tunjukkan Gerobak Mie Ayam Dapat Berjalan Sendiri

(Tribunnews.com/Endra Kurniawan/Muhammad Nur Wahid Rizqy)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas