Tribun
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Analisis BMKG Tentang Penyebab Munculnya Banyak Cacing Tanah di Solo dan Klaten

Kemunculan banyak cacing tanah juga pernah terjadi di Taiwan, 10 hari menjelang terjadinya gempa Chi Chi pada tahun 1999.

Analisis BMKG Tentang Penyebab Munculnya Banyak Cacing Tanah di Solo dan Klaten
Instagram/@kabar_klaten
Potongan video keluarnya cacing dari dalam tanah di Desa Socokangsi, Kecamatan Jatinom, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, baru-baru ini yang diunggah di Instagram. Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Fenomena Cacing Bermunculan Tanda Gempa Bumi, Ahli Jelaskan", https://www.kompas.com/sains/read/2020/04/19/200300023/benarkah-fenomena-cacing-bermunculan-tanda-gempa-bumi-ahli-jelaskan. Penulis : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas Editor : Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Masyarakat di Solo dan Klaten, Jawa Tengah, baru-baru ini dikagetkan oleh kemunculan cacing-cacing yang serempak keluar dari dalam tanah.  Fenomena ini oleh sebagian orang kemudian dikait-kaitkan dengan fenomena alam, seperti gempa bumi.

Menanggapi hal ini, Kepala Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, isu kemunculan cacing yang dikaitkan dengan akan terjadinya gempa bumi bukan tanpa dasar.

"Sebab, sejumlah gempa merusak di dunia, di antaranya juga diawali dengan gejala alamiah yakni kemunculan cacing tanah secara massal," ujar Daryono dalam siaran pers, Minggu (19/4/2020).

Daryono menjelaskan, kemunculan cacing tanah pernah terjadi di Taiwan. Kemunculannya dilaporkan pada 10 hari menjelang terjadinya gempa Chi Chi pada tahun 1999.

Gempa bumi Haicheng di China pada tahun 1975 juga ditemukan fenomena yang sama, tiga hari sebelum peristiwa gempa itu terjadi.

"Beberapa sumber pustaka lain banyak yang mengungkap fenomena kemunculan cacing tanah menjelang terjadinya peristiwa gempa," sambung Daryono.

Daryono menjelaskan, menurut Grant dan Conlan, kemunculan cacing tanah di permukaan menjelang terjadinya gempa bumi terkait dengan adanya anomali gelombang elektromagnetik frekuensi rendah.

Dalam sebuah penelitian, lanjut Daryono, turut mengkaji hubungan antara aktivitas cacing tanah dan kelistrikan.

Menurut sumber pustaka Ikeya yang diterbitkan tahun 1996, menempatkan beberapa elektroda yang dialiri arus listrik pada permukaan tanah yang terdapat cacing tanah.

Sejumlah cacing ternyata merespon anomali kelistrikan ini dengan cara keluar dari dalam tanah secara hampir bersamaan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kompas.com
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas