Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Biotis Pharmaceuticals Suntikkan Ratusan Juta Dolar AS Ke Unair untuk Riset Vaksin Merah Putih

PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia menyuntikkan dana ratusan juta dolar ASke Unair untuk riset dan pengembangan vaksin merah putih.

Biotis Pharmaceuticals Suntikkan Ratusan Juta Dolar AS Ke Unair untuk Riset Vaksin Merah Putih
TRIBUNNEWS/FITRI WULANDARI
Rektor Universitas Airlangga (Unair) Mohammad Nasih saat ditemui di Gedung C, Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur, Senin (9/11/2020). 

Terkait kerja sama Unair dan PT Biotis ini, kata dia, rencananya akan dilakukan untuk proses uji coba vaksin pada hewan, Desember mendatang.

"Kita usahakan Desember ya untuk uji di hewan, memang sangat awal, tapi karena kebutuhan sangat mendesak, yang harusnya kita lakukan beberapa bulan atau berapa tahun, kita manfaatkan dalam waktu dekat," kata Sudirman.

Pada kesempatan yang sama, Rektor Universitas Airlangga Mohammad Nasih dalam agenda Dies Natalis ke-66 Universitas Airlangga bertajuk 'Menuju Ekonomi Indonesia Berbasis Inovasi' menegaskan bahwa kerja sama ini sangat diperlukan.

"Jadi, dibutuhkan kerja sama dengan Biotis, terutama untuk animal trial atau uji coba terhadap hewan seperti tikus dan kera. Nah, kita tidak punya fasilitas sampai ke sana, jadi butuh kerja sama, terutama pakai kera," kata Nasih.

Selain menggandeng PT Biotis Pharmaceuticals Indonesia, Universitas Airlangga juga bekerja sama dengan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Soetomo.

Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 Kementerian Riset dan Inovasi/Badan Riset dan Inovasi Nasional (Kemenristek/BRIN) Ali Ghufron Mukti menegaskan pentingnya sinergi yang dilakukan antara pemerintah, akademik dan pelaku industri (triple helix).

Hal ini dilakukan dalam upaya mewujudkan pemulihan ekonomi akibat pandemi virus corona (Covid-19) namun berbasis pengetahuan.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai memberikan kuliah umum Dies Natalis ke-66 Universitas Airlangga (Unair) bertajuk 'Menuju Ekonomi Indonesia Berbasis Inovasi', di Universitas Airlangga.

Menurutnya, para inovator dan peneliti harus turut andil dalam sinergi ini.

"Makanya bahwa triple helix itu sangat penting,  jadi kita harus mendorong untuk kerja sama antara inovator, peneliti dengan industri," kata Ghufron.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Fitri Wulandari
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas