Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Apa Itu Badai Luar Angkasa? Berikut Pengertian dan Efeknya Terhadap Cuaca Luar Angkasa

Badai luar angkasa menghujani elektron di atas Kutub Utara Bumi. Simak penjelasan mengenai badai luar angkasa berikut ini.

Apa Itu Badai Luar Angkasa? Berikut Pengertian dan Efeknya Terhadap Cuaca Luar Angkasa
nbcnews.com
Penjelasan tentang badai luar angkasa yang menghujani elektron di Kutub Utara. 

Dalam rilis resmi yang menyertai publikasi laporan studi tersebut, Mike Lockwood, profesor bidang fisika lingkungan antariksa dari University of Reading mengatakan, mampu membuktikan keberadaan badai plasma ini adalah sesuatu yang "luar biasa."

Baca juga: Rusia Luncurkan Satelit Antariksa Bernama Arktika-M untuk Pantau Iklim di Kutub Utara

Baca juga: Apa Itu Thunderstorm? Badai Listrik Penyebab Suara Dentuman Misterius di Malang

“Badai luar angkasa ini harus diciptakan oleh transfer energi angin matahari dan partikel-partikel bermuatan yang sangat besar dan cepat ke atmosfer atas Bumi," ujar Lockwood, dilansir Fox News.

Tim peneliti mengatakan fakta bahwa badai luar angkasa ini terjadi selama aktivitas geomagnetik yang rendah.

Hal itu menunjukkan pentingnya peningkatan pemantauan cuaca luar angkasa yang memiliki kemampuan untuk mengganggu sistem navigasi dan komunikasi di bumi.

Efek Badai Luar Angkasa

Qing-He Zhang, profesor ilmu antariksa dari Shandong University yang menjadi penulis utama laporan studi tersebut.

Ia mengatakan kepada American Association for the Advancement of Science bahwa badai luar angkasa ini akan meningkatkan pemahaman kita terkait efek-efek cuaca luar angkasa yang penting.

“Badai antariksa akan menyebabkan efek-efek cuaca antariksa yang penting seperti peningkatan tarikan satelit, gangguan dalam komunikasi radio Frekuensi Tinggi, dan peningkatan kesalahan di lokasi radar over-the-horizon, navigasi satelit, dan sistem komunikasi," ujarnya.

“Ini akan memperbarui pemahaman kita tentang proses kopling angin-magnetosfer-ionosfer matahari di bawah kondisi geomagnetik yang sangat tenang.”

(Tribunnews.com/Yurika)(grid.id/Utomo Piyambodo)

Ikuti kami di
Penulis: Yurika Nendri Novianingsih
Editor: Pravitri Retno Widyastuti
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
load->view('side/tjb_classified_ads'); ?>
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas