Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

AstraZeneca dan J&J Gunakan Teknologi Vaksin yang Sama, Ada Hubungannya dengan Penggumpalan Darah?

Sama-sama terdapat kasus penggumpalan darah, vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan Johnson & Johnson / Janssen rupanya menggunakan teknologi yang sama.

AstraZeneca dan J&J Gunakan Teknologi Vaksin yang Sama, Ada Hubungannya dengan Penggumpalan Darah?
AFP
Foto vaksin AstraZeneca dan Johnson & Johnson. Sama-sama terdapat kasus penggumpalan darah, vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan Johnson & Johnson / Janssen rupanya menggunakan teknologi yang sama. Inikah penyebabnya? 

Tetapi untuk orang yang mengembangkan VITT, konsekuensinya bisa serius, dengan sekitar seperempat dari mereka yang menderita kondisi tersebut dapat meninggal karenanya.

VITT tidak seperti kondisi pembekuan lainnya.

Ada banyak jenis kondisi pembekuan, tetapi tampaknya VITT kemungkinan disebabkan oleh respons imun yang tidak biasa.

Belum diketahui persis apa yang memicu respons imun itu.

Ada laporan kondisi pembekuan darah dengan infeksi adenovirus atau vektor adenoviral dosis sangat tinggi.

Namun, kasus itu terjadi dengan sangat cepat, sementara VITT adalah respons yang tertunda, yang diamati 4-20 hari setelah vaksinasi.

Pada tahap ini, pada pasien tertentu, beberapa jenis respon imun yang tidak biasa terpicu oleh sesuatu.

Di saat para peneliti mencoba untuk memahami VITT, banyak regulator mengambil pendekatan yang hati-hati, seperti memberikan pedoman untuk vaksin pilihan dengan kelompok usia yang lebih muda dan meninjau kembali data untuk vaksin lain agar waspada.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Berita lainnya seputar pembekuan darah dan vaksinasi Covid-19

Ikuti kami di
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
Sumber: TribunSolo.com
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas