Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Penanganan Covid

Rupanya Ini Biang Penyebab Ekosistem Riset dan Inovasi di Indonesia Tak Kunjung Berkembang

Kontribusi riset dan teknologi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat minim. 

Rupanya Ini Biang Penyebab Ekosistem Riset dan Inovasi di Indonesia Tak Kunjung Berkembang
Capture youtube Tribun Network
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Sabtu (5/6/2021). 

Laporan wartawan tribunnews.com, Lusius Genik

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Laksana Tri Handoko ditugasi untuk memperbaiki ekosistem riset dan inovasi di Indonesia. 

Laksana mengatakan, ekosistem riset dan inovasi di Indonesia tidak berkembang disebabkan minimnya aktivitas riset oleh swasta dan minimnya ketersediaan infrastruktur, sumber daya manusia (SDM) serta anggaran penelitian. 

Alhasil, kontribusi riset dan teknologi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat minim. 

Demikian disampaikan Laksana Tri Handoko saat berbincang dengan Direktur Pemberitaan Tribun Network Febby Mahendra Putra, Sabtu (5/6/2021).

"Kontribusi riset masih sangat minim dalam ekonomi kita, itu harus saya akui. Problemnya apa? ada dua. Pertama aktivitas riset kita itu masih didominasi pemerintah. Kedua critical mass itu masih sangat rendah," jelas Laksana.

Baca juga: Pengembangan Vaksin Merah Putih Jadi Riset Prioritas di BRIN

Critical mass peneliti ialah jumlah SDM, fasilitas, dan anggaran yang diperlukan untuk mendukung aktivitas profesional institusi penelitian. 

Di level mikro, di unit-unit yang melakukan penelitian, para periset mengeluhkan hal yang sama. Mereka mengeluh karena kekurangan infrastruktur, SDM, dan anggaran dalam melakukan penelitian.

Baca juga: BRIN Siap Biayai Pengembangan Vaksin Merah Putih Per Tahapan Penelitian

"Itu (masalah) yang harus kita pecahkan, dan itu sebenarnya problem dari lama. Itulah yang membuat ekosistem riset dan inovasi kita tidak berkembang," ujar Laksana.

"Karena pelaku riset saja komplain semuanya, bagaimana bisa kita berharap mereka dapat memberikan kontribusi yang signifikan?," Sambung dia.

Laksana mengatakan, meningkatkan critical mass peneliti dan mengkonsolidasikan berbagai lembaga riset, baik milik pemerintah maupun swasta, merupakan tugas rumah bagi BRIN saat ini. 

Bila dua hal tersebut berhasil dibenahi, maka ekosistem riset dan inovasi di Indonesia dapat diperbaiki.

"Kita ingin menciptakan ekosistem supaya swasta bisa nimbrung. Menciptakan kondisi yang berguna untuk memberikan benefit bagi mereka (peneliti). Di situ kuncinya sebenarnya," ujar Laksana.

"Dengan itu akan terbentuk ekosistem itu. Itulah yang sedang kita lakukan bulan-bulan ini," sambung dia.

Ikuti kami di
Penulis: Lusius Genik Ndau Lendong
Editor: Choirul Arifin
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas