Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Sarce Aronggear Raih Emas: Bonus Buat Beli Angkot

Atlet kayak putri Indonesia, Sarce Aronggear merasa senang bisa ikut mempersembahkan medali emas buat Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Muhammad Barir

TRIBUNNEWS.COM, KARAWANG – Atlet kayak putri Indonesia, Sarce Aronggear merasa senang bisa ikut mempersembahkan medali emas buat Indonesia.

Turun di kayak 4-500 meter bersama dengan Masrifah, Kanti Santyawati, dan Rasima, ia berhasil meraih emas ketiga buat Indonesia dari arena dayung Cipule. Bonus Rp 200 juta per atlet akan diterima Sarce dan kawan-kawan.

Saat ditanya akan digunakan buat apa bonus tersebut nantinya, Sarce yang saat diwawancarai sedang lahap mengunyah buah pinang merah mengaku sudah punya rencana, bonusnya akan ia gunakan untuk usaha angkot.

"Saya sudah punya rencana bonus ini akan saya gunakan untuk beli angkot satu. Mudah-mudahan saya dapat emas lagi di nomor lainnya besok. Kalau dapat dua emas saya akan beli angkotnya dua," katanya.

Usaha angkot menurutnya cukup menjanjikan di kampung halamannya di Papua. Di samping itu, angkot juga sangat berguna pada saat keluarga membutuhkan buat transportasi.

"Angkot sudah ada di kampung halaman saya, tapi semakin banyak angkot kan masyarakat jadi semakin terbantu buat mereka bepergian. Selain itu juga membantu buat keluarga kalau mau pergi ke mana-mana," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sudah banyak medali emas yang ia persembahkan buat Indonesia dari ajang SEA Games sepanjang kariernya. "Saya lupa ini emas yang ke berapa sepanjang karier saya, sudah sering saya dapat emas di SEA games-SEA games sebelumnya," katanya.

Selain SEA Games, Sarce juga sudah punya pengalaman tampil di olahraga dayung pada olimpiade Athena 2004 silam.

Menjadi atlet dayung menjadi pilihan Sarce karena dari masa kecil dulu ia sudah akrab dengan dayung. Lingkungannya di daerah Serui Ansus, Yapan Barat, Serui Papua dekat dengan danau Sentani.

"Saya ini lahir dan besar dari kampung yang masyaraktanya terbiasa mendayung, di tempat saya ke mana-mana kalau orang mau bepergian transportasinya biasa menggunakan dayung. Mau berangkat sekolah, mau pergi ke pasar, atau mau ke mana-mana dulu pakai dayung. Jadi kenal dayung ya sejak kecil," kata atlet yang juga tercatat sebagai PNS di Kemenpora di Jaya Pura itu.

Sarce sudah memiliki anak berusia 10 tahun bernama Sarah. Suaminya bernama Adhien. Bahkan pada saat masa pacaran dulu pun, kalau mau apel transportasinya menggunakan dayung. "Perahunya masih tradisional, masih menggunakan perahu kayu. Beda sama perahu buat lomba yang menggunakan bahan fiber," katanya.

Di danau Sentani, pada saat remaja ia juga sering ikut lomba dayung. Selama belasan tahun ia sudah sering tampil di lomba dayung. "Di sana ada lomba perahu dayung tradisional namanya lomba Perahu Bulu Ayam. Jadi di bagian depan perahunya ada ukiran tradisonal Serui. Kenapa namanya Bulu Ayam, karena di bagian ukiran itu ditancapkan beberapa helai bulu ayam," katanya.

Saat wawancara, bibir dan mulutnya terlihat merah karena buah pinang yang terus dikunyahnya. Setelah bertanding saat santai ia biasa mengunyah buah pinang. "Makan pinang selalu saya lakukan kalau usai lomba, kalau belum makan pinang rasanya ada yang kurang," katanya.

Buah pinang tersebut tidak dibawa dari kampung halamannya, ada warga di daerah Cipule yang dengan sukarela memberinya pinang saat ia minta. "Di sini ada, dekat danau ada pohon pinang, saya dikasih warga sini yang mau memanjat untuk mengambilkan dua rumpun pinang. Ini di keranjang plastik ini banyak, saya bawa ke mana-mana," katanya. (Tribunnews/mba)

Nama: Sarce Aronggear

Tempat Lahir: Ansus, Serui, Papua

Tanggal Lahir: 7 Juli 1979

Tinggi: 163 cm

Berat: 70 kg

Cabang Olaghraga: Kayak, Kano, Dayung, Perahu Naga

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas