Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Soal Surat SBY Tanggapi Kampanye Akbar Prabowo-Sandi, Mahfud MD: Masukan SBY Perlu Diperhatikan

SBY beri tanggapan soal kampanye akbar Prabowo-Sandi di GBK pada Minggu (7/4/2019), Mahfud MD menilai masukan dari SBY perlu diperhatikan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Fitriana Andriyani
Editor: Tiara Shelavie

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Umum Partai Demokrat yang juga presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono menulis surat guna menanggapi kampanye akbar Prabowo-Sandi.

Surat itu ditulis SBY dari Singapura ditujukan untuk Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat Amir Syamsuddin, Waketum Syarief Hasan dan Sekjen PD Hinca Panjaitan tersebut.

Dalam surat tersebut SBY menyebut bahwa kampanye Prabowo-Sandiaga tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif.

SBY meminta ketiganya agar dapat memberi saran kepada Prabowo Subianto, capres yang diusung Demokrat untuk memastikan beberapa hal salah satunya kampanye yang mencerminkan kebhinekaan atau kemajemukan juga persatuan.

Baca: Gus Nadir Baca Surat SBY Kritik Kampanye Prabowo : Saya Jadi Paham Kenapa Demokrat Setengah Hati

Tanggapan BPN

Koordinator juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan, kampanye akbar Prabowo-Sandiaga di GBK menjunjung tinggi kebinekaan.

"Kampanye tadi sangat menjunjung tinggi kebinekan, menggembirakan keberagaman yang hadir beragam dari banyak suku dan agama, serta latar belakang, bahkan ada sesi doa lintas agama sebagai simbol toleransi," kata Dahnil kepada Kompas.com dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/4/2019) siang.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut Dahnil, semua pihak yang menghadiri kampanye tadi saling berbagi dan bersuka cita.

Ia juga memandang, masyarakat dari berbagai daerah dengan ikhlas datang ke GBK.

Baca: SBY Kritik Format Kampanye Prabowo, AHY Sebut Agar Tidak Terjadi Polarisasi

"Bahkan menginap di GBK dan seluruh hotel yang ada disekitar GBK dengan biaya sendiri.

Jadi, kampanye akbar di GBK adalah manifestasi keikhlasan rakyat untuk menjemput perubahan, bukan politik amplop dan sembako," kata Dahnil.

Dalam suratnya, SBY mengaku mendapat kabar rancangan kampanye akbar Prabowo-Sandiaga hanya untuk kelompok Islam saja.

Menanggapi itu, Dahnil memperkirakaan saat itu SBY belum mendapatkan laporan rinci terkait acara tadi.

"Mungkin setelah mendapat laporan dari kader Demokrat yang hadir, beliau Insya Allah gembira karena kampanye Pak Prabowo dan Sandi membangun tradisi politik baru yakni politik ikhlas," ungkapnya.

Baca: SBY Peringatkan Prabowo Subianto dalam Berkampanye, Ini Poin-poin yang Diperingatkan

Mahfud MD berkomentar

Pakar hukum tata negara yang juga merupakan mantan ketua mahkamah konstitusi Prof Mahfud MD menilai masukan dari SBY perlu diperhatikan.

"Saya sudah membaca (surat SBY) dan perlu memperhatikan nasihat dari orang memiliki banyak pengalaman mengelola Indonesia serta kecintaannya terhadap negara ini tak diragukan lagi," ujar Mahfud MD di Surabaya, Minggu (7/4/2019).

Mahfud MD menyampaikan ajakan untuk memperhatikan bersama-sama masukan itu tanpa harus menyatakan bahwa yang dilakukan satu kelompok tersebut salah.

Menurut dia, masukan dari SBY kemungkinan sebagai saran saja agar tidak hanya fokus pada upaya menggalang satu ikatan primordial, misalnya shalat Subuh dan Tahajud bersama.

"Mungkin itu dianggap terlalu eksklusif. Lalu bagaimana yang tidak Subuh dan Tahajud, mungkin, tetapi ya kita dengarkan nasihat sebagai orang tua dan mantan presiden. Itu boleh," ucapnya.

Baca: PENJELASAN LENGKAP Partai Demokrat Soal Surat Internal SBY tentang Rapat Akbar yang Bocor

Isi surat SBY

Kepada yang terhormat

1. Ketua Wanhor PD Amir Syamsudin

2. Waketum PD Syarief Hassan

3. Sekjen PD Hinca Panjaitan

Bismilahirrahmanirrahim

Assalamualaikumwarahmatullahiwabarakatuh

Salam Sejahtera

Salam Demokrat !

Baca: TKN Pahami Kegelisahan SBY Terkait Kampanye Prabowo-Sandiaga

Sebenarnya saya tidak ingin mengganggu konsentrasi perjuangan politik jajaran Partai Demokrat di tanah air, utamanya tugas kampanye pemilu yang tengah dilakukan saat ini, karena terhitung mulai tanggal 1 Maret 2019 yang lalu saya sudah memandatkan dan menugaskan Kogasma dan para pimpinan partai untuk mengemban tugas penting tersebut.

Sungguhpun demikian, saya tentu memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan agar kampanye yang dijalankan oleh Partai Demokrat tetap berada dalam arah dan jalur yang benar, serta berlandaskan jati diri, nilai dan prinsip yang dianut oleh Partai Demokrat. Juga tidak menabrak akal sehat dan rasionalitas yang menjadi kekuatan partai kita.

Sore hari ini, Sabtu, tanggal 6 April 2019 saya menerima berita dari tanah air tentang "set up", "run down" dan tampilan fisik kampanye akbar atau rapat umum pasangan capres-cawapres 02, Bapak Prabowo Subianto-Bapak Sandiaga Uno, di Gelora Bung Karno (GBK) Jakarta.

Karena menurut saya apa yang akan dilakukan dalam kampanye akbar di GBK tersebut tidak lazim dan tidak mencerminkan kampanye nasional yang inklusif, melalui sejumlah unsur pimpinan Partai Demokrat saya meminta konfirmasi apakah berita yang saya dengar itu benar.

Baca isi surat SBY selengkapnya di sini.

(Tribunnews.com/Fitriana Andriyani)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas