Inilah Sosok Lintar
Ayah Lintar meninggal 21 Maret 2009 karena sakit, 12 hari setelah perayaan ulang tahun Lintar. Sebelum wafat, ketika masih audisi di sekolah Adabiah dan di Medan, Edi Morgen selalu menyemangati anaknya untuk menjadi seorang Idola Cilik.
Penulis:
Harismanto
Ayah Lintar meninggal 21 Maret 2009 karena sakit, 12 hari setelah perayaan ulang tahun Lintar. Sebelum wafat, ketika masih audisi di sekolah Adabiah dan di Medan, Edi Morgen selalu menyemangati anaknya untuk menjadi seorang Idola Cilik. Sayang, keinginan untuk menyaksikan Lintar tampil di pentas Idola Cilik tidak kesampaian, karena Allah telah menjemputnya.
Sosok Lintar sebagai bocah sangat bersahaja. Di sekolah, Lintar dikenal sebagai sosok pendiam.
Sejak ayahnya meninggal, untuk menopang hidup keluarga, ibunya berjualan roti bakar yang ditumpangkan ke warung-warung di ruas Jalan By Pass, Ketaping.
Hal itu dilakukan Lintar setelah pulang dari sekolahan. Hasil penjualan roti bakar itu telah membantu kehidupan Lintar bersama tiga adik perempuannya, dua di antaranya adalah pasangan kembar.
Tak heran, jika ia menang, Lintar akan memberikan Mahkota Idola Cilik 3 sebagai kado buat almarhum papinya. Nildawati (38) ibunda Lintar, mengucapkan terima kasih atas dukungan SMS pemirsa dan pendukung Lintar hingga mengantarkan putra sulungnya itu ke Grand Final. Tidak saja dukungan pemirsa Indonesia, tapi juga dari luar negeri, di antaranya Singapura, Malaysia, Australia dan Belanda yang menyaksikan acara ini melalui video stremming di internet. (*)
Biodata
Nama Lengkap : Halilintar Mahaputra Edi Morgen
Alamat : Simpang by pass, Ketaping, Padang, Sumatera Barat
Tempat/ Tanggal Lahir: Padang, 19 maret 1998
Umur : 11 tahun
Kelas : 6 sd
Sekolah : SD Adabiah Padang
Hobi : Maen gitar pake tangan kiri, Nyanyi
Mak. Favorit : Kepiting
Warna Favorit : Kuning
Anak pertama dari 4 bersaudara
* Dari berbagai sumber