Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

PCNU Kabupaten Malang Tolak Film “Menculik Miyabi”

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Anton
TRIBUNNEWS.COM, MALANG - Penolakan atas beredarnya Film Menculik Miyabi mulai muncul ke permukaan. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), menolak peredaran film tersebut yang diputar di seluruh bioskop 21 di Indonesia mulai kemarin, Kamis (6/5/2010).

Sekretaris PCNU Kabupaten Malang Abdul Mujib Syadzili, mengatakan, film itu tidak mencerminkan budaya Indonesia dan dapat dikategorikan pornografi, sehingga film tersebut tidak layak ditonton karena akan mempengaruhi akhlak anak muda.

“Seharusnya lembaga sensor film nasional bisa selektif dalam merekomendasikan film yang layak ditonton sesuai dengan budaya bangsa Indonesia, dan tidak asal meloloskan film,” tegas Abdul Mujib.

Untuk itu, tambah Abdul, pihaknya mengajak semua elemen masyarakat di Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang dan Kota Batu) untuk menolak pemutaran film tersebut. Sebab, pemeran utama film itu adalah bintang porno asal Jepang yang secara tidak langsung bisa mempengaruhi generasi muda.

“Kami mengimbau kepada masyarakat Malang Raya agar tidak menonton film yang mengarah pada kemudaratan atau menampilkan gambar yang mengarah pada pornografi,” katanya.

Abdul menduga, penanyangan film tersebut sebagai strategi awal agar film berikutnya yang sama, dengan menampilkan bintang-bintang porno kembali muncul di Indonesia.

Ia mengaku, dirinya memang belum melihat secara langsung, namun dirinya sudah membaca sekelumit cerita dari media cetak maupun elektronik. Untuk itu, dirinya akan segera mencari DVD atau VCD dari film tersebut, agar dapat menyaksikan secara rinci.

Sejak awal pembuatan film tersebut mendapat reaksi keras dari sejumlah kalangan aktivis Islam di Indonesia, namun pembuatan film tersebut berjalan terus dan akhirnya lolos sensor. (surya)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas