Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Istri Pance Pondaag Mengaku Kecolongan

Jaty Lizal (51) mengaku kecolongan setelah mengetahui suaminya penyanyi sekaligus pencipta lagu melankolis kondang Pance F Pondaag telah meninggal dunia, Kamis, (3/6/2010) sore.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Widiyabuana Slay
Laporan Wartawan Tribunnew.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Jaty Lizal (51) mengaku kecolongan setelah mengetahui suaminya penyanyi sekaligus pencipta lagu melankolis kondang Pance F Pondaag telah meninggal dunia, Kamis, (3/6/2010) sore.

"Sebenernya sangat berduka, karena saya merasa kecolongan. Setiap saat saya berdua, nggak tahunya dia nggak meninggal di pangkuan saya. Saya di dalam rumah malah. Cuma berbeda tempat. Padahal saya baru tengok dia. Begitu saya kembali dia sudah meninggal," sesalnya, Sabtu, (5/6/2010), di rumah duka RS Atmajaya, Jalan Pluit Raya No.2, Jakarta Utara.

Jaty memang sangat kehilangan atas meninggalnya suaminya itu. Pasalnya, selama 9 tahun, sejak Pance terserang stroke, mereka selalu bersama. Dengan setia, ibu beranak tiga itu merawat dan menemani Pance. Bahkan, seluruh waktunya, dihabiskan bersama suami tercintanya itu. Namun, ia sama sekali tidak punya firasat apa-apa ketika suaminya menghembuskan nafas terakhir.

"Sama sekali nggak ada firasat. Makanya, saya merasa kecolongan. Dia nggak pernah bicara macam-macam soal penyakitnya. Dia paling optimis untuk sembuh dan dia sangat rajin minum obat," ujarnya.  

Selama 25 tahun menjalin rumah tangga, ia mengenal sosok Pance yang pendiam. Tetapi kepadanya, Pance banyak bercerita tentang apa saja. Bahkan, Pance tidak segan-segan menceritakan para mantan pacarnya.

"Pance orang juga pantang putus asa, pekerja keras, dan kalau ia punya keinginan harus tercapai. Makanya, dia bisa sukses ya waktu itu," ucapnya.

Selain itu, Jaty mengatakan bahwa Pance paling hobi makan. Sebagai istri ia pun memasak setiap makanan yang paling disukai suaminyaa. Terutama masakan khas Manado. Itulah sejumput kenangan yang sempat diceritakannya di sela kesibukannya meladeni tamu yang datang dan pergi ke rumah duka.

Kendati sangat kehilangan, Jaty mengaku ikhlas melepas kepergian suaminya. Hari ini, Minggu, (6/6/2010), sekitar pukul 13.00 WIB jenazah akan dikremasi di Krematorium Nirwana, Marunda, Jakarta Utara. Pance meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak Paul Pondaag (24), Prisillia Pondaag atau Putri (22), dan Patricia Pondaag atau Tasya (16).
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas