Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
VS
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Putri Bungsu Pance Nyanyikan Lagu Ayah

Patricia Pondaag, akrab disapa Tasya (16), putri bungsu almarhum penyanyi sekaligus pencipta lagu melankolis kondang Pance F Pondaag melantunkan sebuah lagu berjudul Ayah karya Rinto Harahap.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Widiyabuana Slay
Memuat video…
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Patricia Pondaag, akrab disapa Tasya (16), putri bungsu almarhum penyanyi sekaligus pencipta lagu melankolis kondang Pance F Pondaag melantunkan sebuah lagu berjudul Ayah karya Rinto Harahap.

Ia melantunkan lagu tersebut dengan berlinang air mata untuk melepas kepergian sang ayah tercinta. Suasana duka pun kembali menyelimuti krematorium Nirwana, Marunda, Jakarta Utara.

Sementara, para tamu yang ikut mengantarkan jenazah, secara bergiliran menaburkan bunga ke atas permukaan peti jenazah Pance. Beberapa di antara mereka juga ikut menangis.

Prisillia Pondaag (22), putri kedua Pance, juga tidak bisa menahan kesediahannya. Di samping peti jenazah itu terus menangis. Namun, Paul Pondaag (24), kakak tertuanya, berusaha menenangkannya sambil menepukkan pundaknya. 

Sang istri, Jaty Lizal (51) yang sudah menjalin rumah tangga bersama Pance selama 25 tahun juga ikut menangis. Karena tak sanggup berdiri, ia duduk di samping peti jenazah. Kemudian, ketiga anaknya duduk disampingnya. Sesekali ia menghapus air matanya dengan tisu. Pandangannya tak lepas dari peti jenazah suaminya itu. 

Pance meninggal dunia pada usia 59 tahun setelah terserang stroke pada Kamis, 3 Juni lalu, di rumahnya, Pluit Barat 1, Jakarta Utara. Hari ini, Minggu, (6/6/2010), sekitar pukul 13.00 WIB jenazah akan dikremasi di Krematorium Nirwana, Marunda, Jakarta Utara. Pance meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak Paul Pondaag (24), Prisillia Pondaag atau Putri (22), dan Patricia Pondaag atau Tasya (16).
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas