Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Zainuddin MZ: Nabi Yusuf juga Pernah Difitnah Begitu

Bukan dai kondang kalau tidak memasukkan kisi-kisi dakwah dan nasihat dalam berbagai kesempatan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Iswidodo
Laporan Tribunnews.com, Fajar Pratama

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Bukan dai kondang kalau tidak memasukkan kisi-kisi dakwah dan nasihat dalam berbagai kesempatan. Seperti yang diutarakan KH Zainuddin MZ saat menjelaskan bantahannya terkait pengakuan Aida Saskia beberapa pekan terakhir.

Zainuddin merasa difitnah oleh pengakuan Aida Saskia bahwa dirinya pernah memperkosa dia, menginap di kamar hotel dan lain sebagainya.

Dia mengambil contoh, Nabi Yusuf AS yang dikenal oleh ummat Islam sebagai nabi paling tampan. Nabi Yusuf pernah difitnah melakukan paksa terhadap Siti Zulaikha. Padahal yang sebenarnya justru Nabi Yusuf yang dikejar-kejar dan dibutkikan dengan bajunya sobek di belakang, bukan di depan. Kisah ini diabadikan dalam Alquran sebagai pelajaran bagi ummat manusia.

Dalam hal ini, Zainuddin berusaha sabar terhadap fitnah yang menimpanya sebagaimana Nabi Yusuf juga bersabar.

"Saya sangat yakin, saya tidak melakukan itu. Oleh karena itu saya cari solusi yang win-win. Saya juga tidak menggunakan kesempatan itu untuk mencari popularitas. Saya ingin belajar sabar sebagaimana teladan Nabi Yusuf.  Buat saya pribadi, saya ingin banyak introspeksi untuk hal itu juga, saya buktikan," ucap Zainuddin MZ ketika wawancara khusus dengan televisi swasta,  Minggu (31/10/2010) malam.

Dai yang kaset dan CD nya masih diperdengarkan di pelosok tanah air ini, berusaha sabar dan mengambil jalan damai dan tidak melaporkan kasus itu ke polisi. Dia ingin menyelesaikan secara damai.

"Forum-forum yang pernah terbentuk ingin coba mediasi, itu pun tanpa sepengetahuan saya. Saya ingin menyelesaikan secara islah," papar dia.

Rekomendasi Untuk Anda

Jika apa yang dilakukan untuk menciptakan islah sudah menemui jalan buntu, maka ia pun akan memilih jalur hukum.

"Kalau saya nego untuk win-win solution. Dalam Alquran ada dua hal, balaslah kejahatan dengan kejahatan yang setimpal, atau mencari jalan damai dan itu yang terbaik. Saya lebih suka watak yang Islamiah. Kita pergi naik haji, terus tawaf. Tawaf itu membentuk watak muslim. Dalam Alquran dijelaskan, kalau terinjak maka jangan membalas dengan injakan. Siapa yang minta maaf dan cari jalan damai maka dia yang dapat pahala, itu yang terbaik,"  terang Zainuddin panjang lebar.

"Saya pihak yang dirugikan lahir dan batin, kenapa saya nego. Saya mau berakhir dengan enak. Walau saya terluka dan disakiti, agama mengajarkan untuk memberi maaf dan damai. Terserah kalau ada berita saya berhasil nego, yang penting saya sudah melakukan kebaikan," ujar Zainuddin.

Dia juga punya urusan dan kepentingan sendiri jadi tidak mungkin melayani banyak hal dalam waktu singkat. Sudah diusahakan dengan jalan damai mencari win win solution. Tapi jika hal yang saya tempuh ini deadlock maka tidak menutup kemungkinan ditempuh melalui proses hukum yang berlaku.

"Kita tentu tidak ingin membuat kasus ini berlarut-larut. Saya juga punya kepentingan sendiri. Saya tidak bersalah, jadi jalan terakhirnya pengadilan," katanya. (*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas