Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Ini Album Franky Sahilatua

Franky Hubert Sahilatua meninggal dalam usia 57 tahun. Penyanyi balada asal Surabaya ini lahir di Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus 1953.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Dewi Agustina
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Franky Hubert Sahilatua meninggal dalam usia 57 tahun. Penyanyi balada asal Surabaya ini lahir di Surabaya, Jawa Timur, 16 Agustus 1953.

Namanya dikenal publik sejak paruh kedua dekade 1970-an, ketika ia berduet bersama adiknya, Jane Sahilatua, dengan nama Franky & Jane. Duet ini sempat menghasilkan limabelas album, semuanya di bawah Jackson Record.

Setelah duet ini mengakhiri kerjasamanya, karena Jane kemudian menikah dan hendak memusatkan diri pada keluarga, Franky lebih banyak bersolo karier.

Lirik lagu karya Franky pada masa Franky & Jane cenderung pada pemujaan alam pada awalnya, misalnya pada lagu Musim Bunga dan Kepada Angin dan Burung. Namun demikian, seperti kebanyakan penulis lagu balada lain, Franky gemar pula "bercerita" mengenai kehidupan orang sehari-hari, seperti Perjalanan atau Bis Kota. Franky pernah menulis dan menyanyikan lagu-lagu soundtrack untuk film Ali Topan.

Sejak tahun 1990-an hingga sekarang, Franky banyak terlibat dalam aksi-aksi panggung bertema sosial dan nasionalisme. Ia aktif terlibat dalam masa peralihan politik dari Orde Baru menuju Reformasi, penentangan RUU APP, serta gerakan anti globalisasi.

Franky sebelumnya dirawat di di National University Hospital, Singapura. Setelah kondisinya membaik, Franky pulang ke tanah air. Penyanyi balada kelahiran Surabaya, 16 Agustus 1953, bahkan sempat menghasilkan tiga buah lagu terbarunya : Anak Tiri Republik, Sirkus dan Pangan, dan Taman Sari Indonesia.

Proses rekaman dilakukan di studio yang berada di rumahnya, kawasan Bintaro, Tangerang Selatan. Ketiga lagu yang liriknya bercerita tentang kondisi sosial di Tanah Air itu diciptakan Franky saat dirawat di National University Hospital, Singapura.

Selama rekaman tersebut, Franky duduk di kursi roda. Maklum, kedua kakinya mengalami kelumpuhan, saat dirawat di National University Hospital, Singapura, Januari 2011.

Sabtu, (9/4/2011), kondisi kesehatan Franky kembali menurun. Puncaknya, Rabu (13/4/2011), Franky mulai tak sadarkan diri. Baru pada Sabtu (16/4/2011) sore, Franky di bawa ke RS Medika Permata Hijau.



 (*/berbagai sumber)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas