Bernostalgia Kenangan 15 Tahun Silam Lewat Titanic 3D
Titanic adalah sebuah legenda. Dan, legenda ini berhasil diabadikan dengan sangat sempurna oleh sutradara
Penulis:
Widiyabuana Slay
TRIBUNNEWS.COM - Titanic adalah sebuah legenda. Dan, legenda ini berhasil diabadikan dengan sangat sempurna oleh sutradara James Cameron ketika berinisiatif mengangkat kisah itu ke layar perak.
Menyihir penonton bukan perkara mudah apalagi mengangkat sebuah kisah tragedi seperti Titanic yang didengung-dengungkan ketika itu adalah kapal yang tak bisa tenggelam. Mengingat kenangan 15 tahun silam ketika pertama kali diputar adalah mengantre selama beberapa jam hanya untuk mendapatkan tiketnya. Bahkan, ada yang terpaksa harus memesan tiket beberapa hari sebelum waktu pertunjukan dimulai.
Didukung dengan team work yang hebat, James Cameron berhasil meyakinkan studio besar yaitu 20th Century Fox, Paramount Pictures, dan Lightstorm Entertainment yang membuat film itu agar rela menggelontorkan dana sebesar 200 juta dollar AS untuk menghadirkan detil kejadian itu ke mata penonton.
Bahkan, karena pihak studio tak yakin akan kesuksesan film itu, sutradara asal Kanada itu rela merogoh kocek sendiri sebesar 8 juta dollar AS untuk mendukung pembuatannya. Usaha Cameron tak sia-sia karena film ini berhasil meraup 1,8 miliar dollar AS dan menjadi film terlaris sepanjang masa dalam kurun waktu 12 tahun.
Cameron, yang akrab dipanggil dengan sebutan Jim untuk orang-orang terdekatnya, memang dikenal sebagai seorang yang perfeksionis. Sebagai contoh, ia rela menunda pembuatan Avatar yang seharusnya dimulai tahun 1990-an hanya karena saat itu teknologi belum mampu memenuhi imajinasinya untuk dituangkan ke layar lebar.
Dalam sebuah wawancara yang dilakukannya, sutradara kelahiran 16 Agustus 1954 ini mengaku mengangkat kisah Titanic ke layar lebar agar bisa melakukan eksplorasi ke bangkai kapal pesiar itu di dasar Lautan Atlantik.
Dengan teknologi yang sudah sedemikian maju dengan hadirnya 3D dan IMAX, Cameron membawa penonton untuk bisa menikmati eksplorasi lebih dalam dan detail ke tragedi Titanic. Detail itu bisa terlihat jelas ketika eksplorasi dilakukan di dalam bangkai Titanic,ikan yang berenang mendekati penonton, serta buncahan air setiap kali kamera bergerak mengikuti karakter tokoh yang terjebak di dalam Titanic yang tenggelam.
Menariknya saat menonton film dalam versi 3D ini sama seperti sekitar 15 tahun silam. Perasaan thrilling, sedih, dan romansa tetap tersaji dengan sempurna dan menyentuh penonton dan mungkin disebabkan karena hadir dengan format baru yaitu 3D.
Film versi 3D ini dirilis 4 April 2012 sebagai peringatan 100 tahun tenggelamnya kapal yang dimiliki perusahaan White Star Line asal Liverpool, Inggris. Bahkan, film dokumenter yang disutradarai Cameron akan diputar di sejumlah kanal televisi kabel antara lain History, National Geographic Channel, dan beberapa kanal televisi kabel lainnya pada 14 April mendatang.
Film Titanic 3D diputar khusus untuk kalangan terbatas pada 3 April 2012 di EX XXI, Hard Rock Cafe, Jakarta sekitar pukul 19.30 WIB. Untuk pemutaran kalangan umum dimulai Rabu (4/3/2012) di beberapa bioskop tertentu di Indonesia.
Baca tanpa iklan