Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Bimbim Menyebut Koruptor Tak Punya Cinta

Tak ada yang membantah jika Bimbim disebut sebagai sosok cemerlang di balik kesuksesan Slank di blantika musik Indonesia.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Willem Jonata
Editor: Anwar Sadat Guna

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Willem Jonata

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tak ada yang membantah jika Bimbim disebut sebagai sosok cemerlang di balik kesuksesan Slank di blantika musik Indonesia.

Lagu-lagu ciptaannya bukan sekadar menggetarkan dan menyentuh perasaan, tapi ia juga kritis dalam menangkap persoalan terkait situasi dan kondisi negaranya lewat lirik yang cerdas.

Misalnya pada lagu berjudul "Punya Cinta". Dalam lagu itu, ia menyebut koruptor tidak mempunyai cinta.

Sementara penjahat, perampok, preman, dan pembunuh masih punya cinta. Bimbim ingin mengutarakan perilaku koruptor lebih hina ketimbang pembunuh sekalipun.

Begitu pula dengan "Good Morning Papua" yang mengisahkan nasib orang-orang dari provinsi paling timur Indonesia yang disebutnya tidak semanis kulit mereka yang hitam.

Atau pada lagu berjudul Uni Religi, yang menegaskan bahwa perbedaan bukan alasan untuk tidak bersatu.

Rekomendasi Untuk Anda

Itulah segilintir lagu buah tangan kreativitasnya. Wawasan Bimbim akan situasi sekelilingnya sangat luas. Tidak sebatas lagu cinta-cinta.
Namun, uniknya, keluasan wawasan tersebut bukan didapatkannya dari proses membaca buku. Bahkan, ia mengaku nyaris tidak pernah membeli buku.

"Enggak pernah beli buku, paling kalau dikasih. Kadang enggak selesai (membacanya)," ucapnya, Senin, (16/7/2012), saat ditemui di Jalan Potlot, Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Bimbim kemudian menuturkan kreativitasnya itu berasal dari pengalaman hidupnya sendiri dalam melihat keadaan di sekitarnya.

Ia jalan-jalan ke sejumlah tempat dan berbicara dengan banyak orang. Seperti halnya di Papua.

"Good Morning Papua, itu rayuan Slank untuk Papua. Rayuan untuk ayolah bersatu, menari dengan damai. Lagu itu sekaligus menjadi kritikan kebijakan (pemerintah) pusat," tandasnya.

KLIK JUGA:

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas