Serial Sherlock Hadir dengan Tempo Cepat nan Menegangkan
Nama Sherlock Holmes selama ini dikenal sebagai detektif ulung, karangan penulis asal Skotlandia
Penulis:
Widiyabuana Slay
TRIBUNNEWS.COM – Nama Sherlock Holmes selama ini dikenal sebagai detektif ulung, karangan penulis asal Skotlandia, Sir Arthur Conan Doyle. Namun, kini Anda bisa menyaksikan aksi tokoh ini melalui serial Sherlock di musim kedua.
Tokoh fiktif detektif ulung yang ketenarannya sudah mendunia ini baru saja mencatat rekor di Guinness World Records sebagai “Sosok Yang Paling Banyak Diadaptasi di Film & TV” karena telah dimainkan oleh lebih dari 75 aktor sebanyak 250 kali. Namun, sebuah miniseri TV berjudul “Sherlock” masih mampu membuat kejutan dan mengundang decak kagum para kritikus dan fans. Jangan khawatir, pemirsa di Indonesia bisa menyaksikannya di saluran TV berbayar beTV.
Miniseri “Sherlock” menampilkan aksi duo detektif ulung asal London Sherlock Holmes (diperankan Benedict Cumberbatch – Atonement, War Horse) dan Dr. John Watson (diperankan Martin Freeman – The Hobbit) di era masa kini – melompat satu abad dari kisah aslinya yang diciptakan Sir Arthur Conan Doyle. Berbagai kasus sulit berhasil dipecahkan Sherlock dan John dengan mengandalkan kemampuan analisis dan menyamarnya yang fantastis, kini, mereka beraksi dengan bantuan teknologi tinggi dan ilmu forensik modern.
Nah, sekarang tiap Senin jam 21:55 WIB Anda bisa menyaksikan tayangan ulang kasus-kasus dari “Sherlock” Musim Ke-1: ‘A Study in Pink’ (adaptasi bebas dari ‘A Study in Scarlet’); ‘The Blind Banker’ dan ‘The Great Game’, dan mulai 23 Juli di hari dan jam yang sama, saluran beTV akan menayangkan pertama dan eksklusif episode-episode terbaru dari “Sherlock” Musim Ke-2.
Apa sih yang membuat versi miniseri ini berbeda? “Berbagai detil dari buku-buku karya Sir Arthur Conan Doyle akan tetap ada – mereka tetap tinggal di alamat yang sama: 221b Baker Street, punya nama sama dan musuh yang sama. Yang ditonjolkan adalah betapa ulungnya kemampuan analisa kasus duo Sherlock dan John. Benar-benar petualangan, kasus-kasus rumit dan tokoh-tokoh jahat yang sangat membahayakan namun hebat. Itulah Sherlock Holmes,” kata Benedict Cumberbatch, aktor pemeran Sherlock.
Memang, Sherlock “masa kini” dihadirkan dengan tempo yang sangat cepat, dialog cerdas yang meluncur cepat, sosok-sosoknya memiliki karakter yang modern, kasus kriminal yang menggunakan teknologi tinggi.. bahkan pipa rokok yang menjadi ciri khasnya digantikan dengan asesoris yang baru: iPhone. Para produser pun menggunakan teknis sinematografi modern yang mengagumkan, termasuk ciri khas miniseri ini: memunculkan teks yang Sherlock atau John baca di layar gadget atau yang sedang dalam pikirannya.
“Sherlock” Musim Ke-2 menghadirkan tiga kasus paling terkenal dari kisah Sherlock Holmes. Di episode perdananya, ‘A Scandal in Belgravia’, Sherlock dan John berhadapan dengan seorang wanita cerdas nan licik, yang membuat kasus foto-foto mesum seorang anggota kerajaan berkembang menjadi kasus yang mengancam keamanan internasional.
Di episode kedua, ‘The Hounds of Baskerville’, sang duo menyelidiki keberadaan monster yang menakutkan dengan menyelidiki Pusat Riset Baskerville yang misterius, berhadapan dengan para penduduk setempat yang menyembunyikan rahasia, dan aksi yang menguji persahabatan mereka.
Dan di episode terakhir, ‘The Reichenbach Fall’, si musuh bebuyutan James Moriarty (Andrew Scott, Lennon Naked) melakukan aksi kriminal yang menggegerkan dunia dengan memasuki The Tower of London, The Bank of England dan Penjara Pentonville, sengaja untuk menghancurkan reputasi Sherlock dan John. Akhir kisahnya yang epik dan menggantung ramai dibicarakan para fans dan kritikus di benua Amerika dan Eropa.
Diciptakan oleh Steven Moffat dan Mark Gatiss yang sukses menggarap Doctor Who, Sherlock telah merajai rating TV di Inggris dengan 8 juta penonton per episode sepanjang Musim ke-1 dan ke-2, atau 30 persen penonton di Inggris. Miniseri ini juga dihujani pujian para kritikus, termasuk kritikus dari harian asal AS: ‘USA Today’ yang menyebutnya: “TV pleasure at its most intense, without even a shade of guilt.” Musim ke-1 nya memenangkan penghargaan ‘Best Drama Series’ sementara Martin Freeman dan Andrew Scott memenagkan penghargaan ‘Best Supporting Actor’ di BAFTA Awards 2011 dan 2012, penghargaan di Inggris bagi insan-insan dan karya-karya pertelevisian, setara dengan Emmy Awards.
Tidak hanya mengantongi penghargaan, miniseri Sherlock sangat populer sehingga produsen garmen asal Inggris: Belstaff dibanjiri permintaan para fans, hingga baru-baru ini “terpaksa” memproduksi kembali jas seharga USD 2.150 yang selalu Sherlock. Bahkan, Speedy - toko sandwich yang terletak di bawah apartemen di London, yang dijadikan apartemen dengan alamat “221B Baker Street” tempat tinggal Sherlock dan John - mengalami peningkatan jumlah pelanggan secara drastis, termasuk para turis di Asia yang mengetahui keberadaan toko sandwich ini dari miniseri tersebut. Tak hanya itu, miniseri Sherlock telah meningkatkan kembali minat publik untuk membeli buku-buku Sherlock Holmes karya Sir Arthur Conan Doyle, dan para penerbit menikmati peningkatan penjualan sebesar 180 persen selama penayangan musim ke-1, sehingga pada akhir musim ke-1 para produser langsung diberikan kontrak untuk menggarap miniseri musim ke-2 dan ke-3.
Jadi bersiaplah untuk terpukau dengan aksi duo detektif terbaik London di abad 21 ini, melalui episode-episode dramatis dan penuh ketegangan, tiap Senin pukul 21:55 serta Sherlock Musim Ke-2 di hari & jam sama mulai 23 Juli ini hanya di saluran beTV.
SELEB POPULER