Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Sejak Kecil Sudah Senang Pose di Depan Kamera

KARIR keartisan Andania Suri kian melejit setelah ia berhasil menyabet gelar gadis sampul

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan

Laporan Wartawan Tribun Jogja, Mona Kriesdinar

TRIBUNNEWS.COM -- KARIR keartisan Andania Suri kian melejit setelah ia berhasil menyabet gelar gadis sampul tahun 2010 di sebuah majalah remaja. Sejak saat itu, tawaran membintangi video klip menghampirinya, hingga yang terakhir, dara yang disebut – sebut mirip Dian Sastro ini melabuhkan pilihannya untuk membintangi sebuah film layar lebar.

 “Orang tua mendukung saat saya bilang mau ikut casting, syukurlah saya lolos,” jelas pemeran Syamimi dalam film berjudul Rumah di Seribu Ombak ini.

Ditemui ketika launching film terbarunya di Indraloka Café, Sagan, Yogyakarta, Minggu (9/9/2012) siang, remaja kelahiran Jakarta 18 Maret 1997 ini menceritakan bahwa selama ini, kakaknya lah yang selalu menjadi “provokator”.

Termasuk ketika ia mencoba mendaftarkan diri sebagai gadis sampul. Kakaknya itu lah yang mengirimkan sample foto serta surat pendaftaran sebagai gadis sampul. Pun demikian halnya ketika dibuka casting film Rumah di Seribu Ombak, kakaknya juga yang terus mendorong dirinya untuk mencoba mendaftarkan diri. “Saya sebenarnya ingin menjadi jaksa, seperti ayah. Tapi tidak tahu juga soalnya berkarir di media hiburan juga menarik,” jelas pemilik akun twitter @andsur ini.

Perjalanan karirnya yang tak jauh – jauh dari bidikan kamera itu dilalui dengan mulus. Wajar saja, sejak kecil, remaja yang akrab disapa Suri ini memang sudah senang bergaya di depan kamera. Bahkan, sejak usianya empat tahun, ia sudah pernah mencoba casting untuk iklan, meskipun tidak lolos.

Jika dibandingkan, menurut Suri, seni peran memiliki tantangan lebih berat dibandingkan bermain dalam video klip. Lantaran dalam seni peran, dirinya harus mengasah kemampuan menghafalkan naskah, intonasi, ekspresi, artikulasi serta bagaimana memainkan bahasa tubuh. Berbeda dengan video klip yang sebagian besar tanpa naskah dialog. Namun begitu, ia bisa membuktikan diri bahwa dirinya siap bersaing dengan pemain film lainnya di industri media hiburan tanah air. Padahal perannya di film Rumah di Seribu Ombak tidaklah mudah. Ia harus berakting dalam berbagai kondisi termasuk satu diantaranya ketika ia sengaja diceburkan ke laut hingga menangis karena ketakutan.

Rekomendasi Untuk Anda

Adapun film yang disutradarai Erwin Arnanda ini secara garis besar bercerita tentang toleransi umat beragama. Ia mengambil setting di Bali untuk mengisahkan persahabatan dua orang anak yakni Syamimi yang merupakan bocah muslim dan Wayan Manik seorang Hindu di Singaraja.

Mereka berdua saling bertemu dan tumbuh bersama, mengikat persahabatan karena sama--sama punya ketakutan besar dan duka dalam hidupnya. Syamimi memiliki ketakutan terhadap air, laut dan alam bebas sedangkan Wayan memiliki trauma masa kecil yang terus membekas dalam perjalanan hidupnya akibat kekerasan dari seorang turis asing.

“Toleransi umat beragama di sana sangat kental, dari situ banyak sekali yang ingin saya sampaikan kepada penonton,” jelas Erwin.

Sumber: Tribun Jogja
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas