Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Menhukham Kobarkan Perang Besar Terhadap Pembajakan dengan Cara Ini

Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsudin menegaskan, razia DVD bajakan di Glodok hanya bagian kecil perang terhadap pembajakan.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA
Pemberantasan besar-besaran VCD dan DVD bajakan memang sengaja untuk melindungi hak karya cipta para seniman, budayawan, musisi dan pekerja seni secara menyeluruh.

Menteri Hukum dan HAM RI Amir Syamsudin menyatakan terjaminnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) diyakini akan memicu inovasi baru di berbagai bidang. Di samping itu juga akan meningkatkan kepercayaan dunia internasional terhadap Indonesia.

"Perlindungan HKI juga akan membuat investor asing merasa nyaman berbisnis dan berinvestasi di Indonesia," tutur Amir di kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Senin (11/2/2013).

Dikatakan Amir, pemberantasan pembajakan merupakan salah satu fokusnya saat ini. Tidak hanya yang dilakukan ritel namun juga pelanggaran yang dilakukan korporasi.

"Aksi lembaga penegakan hukum kepada penjual VCD dan DVD bajakan di Plaza Glodok adalah sebagian kecil dari pekerjaan rumah kami. Masih banyak pertempuran yang harus dijalani dalam memerangi pembajakan," katanya.

Dirjen Hak Kekayaan Intelektual, Ahmad M Ramli menyatakan,  disamping ritel, pihaknya juga akan melakukan penindakan pelanggaran kekayaan intelektual yang dilakukan korporasi, termasuk penggunaan software tanpa lesensi untuk kepentingan komersial perusahaan.

Rekomendasi Untuk Anda

Roland Chan, Senior Director Marketing Asia Pasific BSA menyambut baik usaha pemerintah Indonesia yang fokus memberantas software bajakan atau tanpa lisensi dalam bisnis.

"Tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan dengan produktivitas dan keamanan yang lebih baik dengan software asli dan berlisensi negara akan memperoleh peningkatan aktivitas ekonomi, penambahan lapangan kerja dan penghasilan pajak dari teknologi informasi," kata Ronald.

Ditambahkan, perkembangan industri softare tergantung perlindungan kekayaan intelektual untuk mencipkan bisnis model yang inovatif. "BSA sebagai advokat global untuk industri software akan mendukung pemerintah RI dalam menciptakan kondisi yang aman untuk inovasi dan pertumbuhan software," katanya.

Klik foto-foto razia VCD dan DVD bajakan di Plasa Glodok Jakarta

Baca Artikel Menarik Sebelumnya

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas