Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Artis yang Merapat ke Hanura Ini Bicara Salah Kaprah Emansipasi

Sisca Dewi, artis yang merapat ke Partai Hanura ini bicara salah kaprah emansipasi wanita.

Tayang:
Baca & Ambil Poin

Laporan Wartawan Wartakotalive.com, Ign Agung Nugroho Sisca Dewi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Momentum peringatan Hari Kartini yang jatuh setiap tanggal 21 April, artis Sisca Dewi (34) yang kini terjun di panggung politik memilih terbang ke Yogyakarta dan menggelar bakti sosial bersama Srikandi Hanura.

"Iya sekarang aku lagi di Yogya bersama rombongan Srikandi Hanura. Kita lagi menggelar bakti sosial dalam rangka peringatan Hari Kartini," kata Sisca dihubungi Warta Kota, Minggu (21/4/2013).

Bagi Sisca memaknai hari Kartini buat dirinya, pastinya sebagai perempunan sangat bersyukur dengan adanya pejuang wanita seperti Ibu Kartini. "Bukti nyata kan sekarang banyak perempuan yang ikut mencalonkan diri menjadi anggota legislatif. Bahkan, para perempuan harus bisa memenuhi kuota yang sudah diberikan sebanyak 30 persen," kata Sisca yang mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (Caleg) dari daerah pemilihan (Dapil) 8, Madiun, Jawa Timur, yang juga sebagai kota kelahirannya.

Sisca menuturkan, banyak perempuan yang menjadi anggota legislatif sebagai bukti sebuah kemajuan yang sangat bagus. "Kalau dulu kesempatan untuk perempuan masih dibatasi sekarang terbuka lebar," kata pemain sinetron Maha Kasih (RCTI), Aku Ingin Pulang (SCTV) dan  Akibat Pergaulan Bebas (SCTV) itu.

Meski demikian, artis yang kini merambah dunia tarik suara itu mengatakan, perempuan juga tidak boleh meninggalkan kodratnya dalam keluarga. Adanya emansipasi wanita, bagi pelantun Aku Bukan Milikmu itu, sekarang ini tak jarang jadi kebablasan.

Untuk itu, para perempuan pun harus tetap menyadari kodratnya sebagai seorang istri maupun seorang ibu di rumah. "Harus diakui tidak sedikit juga akhirnya yang banyak menyalahartikan makna emansipasi. banyak perempuan juga yang melewati batas. Misalnya karena jabatan kariernya lebih tinggi dari suami akhirnya dia menyepelekan suami, otoriter dalam keluarga. Ini sebenarnya yang harus dihindari," tandas artis kelahiran Madiun, Jawa Timur, 12 Maret 1979 ini.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas