Jadi Istri Jokowi, Prisia Nasution Banyak Belajar
Prisia Nasution dipercaya memerankan sosok Iriana, istri Jokowi di film terbarunya berjudul Jokowi.
Editor:
Anita K Wardhani
Laporan wartawan Wartakotalive.com : Ign Agung Nugroho
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebagai tanggungjawab profesinya sebagai pemain film, aktris Prisia Nasution mengaku selalu melakukan observasi sebelum memerankan sebuah peran dalam sebuah film.
Begitu pula saat Phia -sapaan akrab Prisia Nasution - yang dipercaya memerankan sosok Iriana, istri Joko Widodo alias Jokowi di film terbarunya berjudul Jokowi.
"Apalagi peran yang saya mainkan ini istri dari seorang tokoh yang sekarang banyak mencuri perhatian banyak orang, saya tidak bisa main main untuk memainkannya. Apalagi sosoknya masih hidup dan jarang muncul ke permukaan. Sehingga susah susah gampang mempelajarinya," kata Phia kepada wartawan peluncuran poster film Jokowi di Cafe Musro, Hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (20/5/2013).
Apalagi kata peraih piala Citra Festival Film Indonesia 2011 lewat film "Sang Penari" itu tidak mudah bertemu dengan Iriana. Ternyata Phia tidak kehilangan akal, iapun mempelajari perilaku istri orang nomer satu di Jakarta itu bertanya dengan ibunda Jokowi, alias mertua Iriana.
"Saya sowan ke rumah ibunda Pak Jokowi di Solo, beruntung ibunda pak Jokowi sangat welcome kepada saya. Sehingga saya dapat banyak masukan tentang ibu Iriana," ungkap Phia.
Aktris berdarah campuran Solo-Batak itu menuturkan, setelah mendapat cerita tentang sosok Iriana, dia kemudian punya kesimpulan kalau di balik sosok pria sukses, ada wanita hebat dibelakangnya. "Ibu Iriana memang jarang muncul ke permukaan, tapi saya punya keyakinan setiap kebijakan pak Jokowi dalam memimpin Solo sebagai Walikota maupun ketika sebagai Gubernur DKI pasti ada andil ibu Iriana," kata janda satu anak itu.
Lebih lanjut, Phia mengatakan, dirinya melihat peran Iriana sebagai istri sangatlah sentral. "Tapi beliau bukan tipe orang yang menyetir suaminya. Sedangkan di depan, dia sebagai istri yang meladeni, mengurus anak, ya banyak sekali pelajaran positifnya," jelas perempuan kelahiran Jakarta, 1 Juni 1984 itu.
Phia menambahkan, dirinya selain kagum dengan sosok Iriana ia juga respek dengan pribadi bekas walikota Solo itu. Menurut Phia, Jokowi sosok yang penuh inspirasi. "Kalau saya benar-benar melihat, sosok Jokowi ini sebagai sosok inspirator. Bagaimana dia meladeni masyarakat, kalau itu ditiru ya sangat bagus banget," katanya.
Phia juga berharap film yang dibintangi bersama Teuku Rifnu Wikana (pemeran Jokowi) bisa menjadi inspirasi bagi masyarakat luas.
Film Jokowi yang mengangkat cerita perjalanan hidup masa kecil Jokowi hingga dewasa (tidak termasuk kiprah Jokowi di panggung politik ) itu digarap sutradara Ashar Kinoi Lubis. Sosok Ashar sebelumnya sempat bekerja sama dengan Garin Nugroho dalam film Soegija, dan Ari Sihasale di film Di Timur Matahari.