Roy Suryo Saksi Pernikahan di Film Cinta Selamanya
Salah satu adegan dalam film Cinta Selamanya, yang berlatar kisah nyata percintaan Fira Basuki dan Hafez, muncul sosok Roy Suryo.
Penulis:
Eko Sutriyanto
Editor:
Agung Budi Santoso
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Salah satu adegan dalam film Cinta Selamanya, yang berlatar kisah nyata percintaan Fira Basuki dan Hafez, muncul sosok Roy Suryo sebagai saksi pernikahan.
Fira turut angkat bicara terkait adegan itu. Saat pernikahan yang berada di posisi Roy adalah Wimar Witoelar.
"Kalau saat pernikahan yang sesungguhnya pak Wimar Witoelar yang menjadi saksi pernikahan. Mas Roy sebenarnya saat itu yang kita harapkan jadi saksi tapi karena sibuk akhirnya ganti Wimar," katanya seusai konferensi pers film Cinta Selamanya di Jakarta, Rabu (22/4/2015).
Fajar Nugros, selaku sutradara, sebut Fira sebenarnya ingin menghadirkan sosok Wimar di adegan itu, tapi saat syuting Wimar justru tidak bisa karena sibuk.
"Jadi terbalik, waktu pernikahan asli sesungguhnya mas Roy yang kami harapkan enggak bisa jadi saksi. Saat film dibuat giliran mas Wimar enggak bisa dan digantik mas Roy," katanya.
Fira menyebut, baginya sosok Roy bukanlah orang asing. Ia mengaku masih terhitung kerabat mantan Menpora di jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini.
"Roy itu masih terhitung kerabat. Ia juga yang akhirnya membuat saya mempertimbangkan menerima Hafez jadi suami meski usianya 11 tahun lebih muda dan jadi pertentangan keluarga. Jadi setelah bicara dengan mas Roy, tidak ada beban," katanya.
Film layar lebar dengan judul Cinta Selamanya dilatar kisah nyata awal pertemuan penulis kenamaan Fira Basuki yang seorang Pemimpin Redaksi majalah wanita kelas atas di Indonesia.
Film berkisah tentang Fira yang diperankan Atiqah Hasiolan, seorang janda satu anak yang merasa hidupnya bahagia dengan Syaza puterinya. Jika ada sosok lelaki yang kelak menjadi pendamping, ia ingin lelaki jadi cinta selamanya.
Suatu hari bertemu dengan Hafez yang diperankan Rio Dewanto, lelaki yang usianya 11 tahun lebih muda dari dirinya. Perjuangan Hafez untuk mendekati Fira tidak sia-sia sampai akhirnya jatuh hati hingga akhirnya menikah.
Namun, kebersamaan dalam pernikahan itu hanya berlangsung singkat. Hafiz meninggal dunia empat bulan setelah pernikahaan saat Fira hamil tiga bulan.
Fira Basuki mengatakan, film ini adalah untuk mewujudkan keinginan almarhum suaminya.
"Ini impian jadi nyata karena almarhum memang ingin menjadi sutradara film," katanya.
Tapi saat ingin proses mewujudkan film pendeknya di Jogja, dia meninggal dunia di RS Panti Rapih Yogyakarta. (Eko Sutriyanto)