Dian HP Sedih Menyaksikan Lagu Anak-anak Indonesia Mati Suri
Wajah Dian Hadipranowo cukup lesu ketika disinggung soal masa depan musik anak Indonesia saat ini. Penata musik ini mengaku lagu anak-anak mati suri.
Penulis:
Dennis Destryawan
Editor:
Y Gustaman
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Dennis Destryawan
TRIBUNNEWSCOM, JAKARTA - Wajah Dian Hadipranowo atau akrab disapa Dian HP cukup lesu ketika disinggung soal masa depan musik anak Indonesia saat ini.
Lagu anak-anak Indonesia seakan berada di dasar rak terbawah pilihan musik tanah air. Banyak lirik lagu tak sesuai untuk usia anak-anak yang menyanyikan.
"Musik anak Indonesia sekarang lagi enggak ada. Lagi mati. Ya lagi mati suri. Jadi yang diajarkan orangtua ke anaknya dari tahun ke tahun, dari abad ke abad, lagunya sama saja contohnya lagu 'balonku,'" keluh Dian HP di Jakarta Selatan, Selasa (7/7/2015)
Ia enggan menyalahkan industri musik yang menarik anak-anak menyanyikan lagu dewasa. Menurut dia, untuk menghidupkan kembali lagu anak-anak sesuai umurnya harus ada kerjasama dari orang-orang yang berperan di sekitar anak seperti guru, orangtua, televisi dan radio. Terutama sekolah.
"Saya beberapa kali lewat di sekolah-sekolah di Jakarta, senam pagi lagunya bukan lagu untuk anak-anak. Itu enggak salah loh, tapi karena adanya lagu itu, jadi itulah yang didengarkan," terang Dian HP.
Menurut dia, jarangnya lagu anak-anak yang liriknya sesuai dengan usianya bisa dibilang sedikit. Sehingga ketika tak ada pilihan, anak-anak Indonesia lebih memilih lagu-lagu dewasa.
Sebenarnya, kata Dian, lagu anak-anak Indonesia bukannya tidak ada sama sekali. Sayangnya, lagu tersebut tidak diproduksi jadi tidak bisa diperdengarkan ke publik.
"Penyanyi anak-anak yang terakhir ya Joshua, Tasya, Sherina, habis itu siapa? Terakhir ada beberapa, seperti Naura anaknya B3, Erwin Gutawa, dan aku sendiri baru keluarin album untuk anak 'Lagu untuk Ibu'," sambung Dia.
Meski telah membuat album untuk anak-anak, Dian merasa kesulitan untuk menjualnya. Untuk menjual musik dewasa saat ini saja lagi susah, "Apa lagi untuk anak-anak?" lanjut dia.
Baca tanpa iklan