Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Diamputasi, Model Ini Menuntut Kotex dan Ogah Gunakan Tampon Lagi

Lauren menderita sindrom TS (TSS) yang membuatnya sempat mempertaruhkan nyawanya dan berakhir merelakan kaki kanannya diamputasi.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Ruth Vania C
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Diamputasi, Model Ini Menuntut Kotex dan Ogah Gunakan Tampon Lagi
uvegplafon.blog.hu
Lauren Wasser 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Ruth vania Christine

TRIBUNNEWS.COM - "Tampon telah mengubah hidup saya. Saya tak akan pernah bisa kembali normal lagi," demikian ungkap Lauren Wasser (27), mengenang kembali pengalamannya.

Semua berulang kembali pada Oktober 2012 lalu, ketika Lauren menderita sindrom TS (TSS) yang membuatnya sempat mempertaruhkan nyawanya dan berakhir merelakan kaki kanannya diamputasi.

Lauren yang saat itu sedang menstruasi mengaku memakai tampon keluaran Kotex, dan menggantinya secara rutin pada pagi, sore, dan malam hari, sesuai aturan penggunaannya.

Namun, malam harinya, model itu merasakan gejala seperti flu, yang berakhir panas tinggi 41,6 derajat Celsius, sehingga kemudian ia dilarikan ke rumah sakit.

"Kaki kanan saya waktu itu rasanya sakit sekali, rasanya seperti terbakar. Saya tak bisa menggambarkan rasa sakitnya," kata Lauren pada Today.

Di rumah sakit, tim medis akhirnya memvonis dirinya menderita penyakit TSS, yaitu sebuah penyakit langka yang disebabkan oleh bakteri akibat penggunaan tampon berdaya serap tinggi.

Rekomendasi Untuk Anda

Akibatnya, Lauren harus dibuat koma untuk sementara, sembari 36 kilogram cairan dialirkan ke dalam tubuhnya agar racun-racun dalam tubuhnya terpompa keluar.

Sayangnya, jaringan pada kaki kanannya sudah terjangkit gangren, alias jaringan mati, sehingga keputusan yang diambil adalah mengamputasi kaki kanan Lauren itu.

"Saya langsung berpikir hidup saya sudah berakhir. Saya tak akan bisa menjadi model lagi," tutur Lauren.

Namun, kini Lauren justru lebih dapat menikmati hidupnya dan menjadi orang yang lebih baik lagi akibat pengalamannya itu. Ia bahkan kembali menjadi model.

Di sisi lain, Lauren dan keluarganya juga menuntut pihak Kotex dan toko tempat Lauren membeli produk tampon itu, akibat TSS yang hampir membunuh Lauren itu. (Daily Mail/TODAY.com)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas