Kata Bimbim Slank, Energi Lawan Narkotika Harus Lebih Dahsyat Dari Pengedarnya
Pertemuan tersebut merupakan upaya Slank dan Kementerian Sosial RI mengkampanyekan upaya menekan angka pemakaian narkotika di Indonesia.
Editor:
Anita K Wardhani
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Peredaran narkotika di Indonesia semakin marak. Melalui beragam cara, para pengedar mengirim barang haram dari luar ke dalam negeri.
Modus baru peredaran narkotika di Indonesia bahkan ikut dilakukan jaringan terpidana mati kasus narkotika Fredy Budiman.
Di dua kali kesempatan terpisah, Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar di Indonesia.
Di dua kasus itu, pengedar sama-sama mengirimkan narkotika melalui pipa baja yang cukup tebal dan sulit terdeteksi sinar X-Ray ke Indonesia.
BNN dan Bea dan Cukai berhasil mengamankan para pengedarnya.
Akhadi Wira Satriaji (42) alias Kaka, vokalis Slank, memantau pemberitaan itu sejak sepekan lalu.
“Sekarang bermacam cara bisa dilakukan (pengedar) untuk memasukkan narkotika ke Indonesia,” ujar Kaka, Minggu (26/6) subuh.
Kaka yang ditemui bersama tiga personel Slank lain; Bimbim (drum), Ivanka (bass) dan Ridho (gitar), ditemani Bunda Iffet Sidharta, manajer mereka, menerima kedatangan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa di Markas Slank, Jalan Potlot, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan.
Pertemuan tersebut merupakan upaya Slank dan Kementerian Sosial RI mengkampanyekan upaya menekan angka pemakaian narkotika di Indonesia.
Kemensos bahkan menyiapkan rumah rehabilitasi narkotika yang dibangun di kawasan Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Kaka menyatakan, tidak hanya kepolisian dan para pemangku jabatan negeri ini, masyarakat juga harus terlibat aktif menekan menjamurnya penggunaan narkotika.
Catatan BNN menyatakan, sampai Juni 2016 ini, pihaknya mengamankan 42.429 pecandu narkotika di seluruh Indonesia.
“Sharing informasi apapun tentang peredaran narkoba. Jika menemukan, laporkan ke polisi,” kata Kaka yang pernah menjadi pemakai narkotika dan obat-obatan terlarang medio 1996 ini.
Bimbim, Ivanka dan Ridho pernah melakukan hal serupa ditengah perjalanan bermusiknya bareng Slank.
“Yang harus dikuatin tuh energinya (memberantas narkotika). Kita jangan sampai kalah semangat sama pengedar dan pemakai (narkoba),” lanjut Bimbim menyemangati Slankers --panggilan penggemar Slank-- untuk tetap fight melawan narkoba dan bangkit dari masa lalu yang buruk.
Pria bernama lengkap Bimo Setiawan Almachzumi ini menyatakan, narkotika akan memberi dampak negatif bagi pemakainya. Dampak itu terus dirakan selamanya. (m6/kin)
Selengkapnya, Baca di Harian Warta Kota Edisi Senin 27 Juni 2016