Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Gatot Brajamusti

Elza Syarief Adukan Dugaan Kejahatan Seksual Terhadap Anak-anak oleh Aa Gatot

"Kami datang ke KPAI untuk meminta perlindungan terhadap korban karena anak-anak korban mengalami traumatik luar biasa," jelas Elza

Elza Syarief Adukan Dugaan Kejahatan Seksual Terhadap Anak-anak oleh Aa Gatot
Fransiskus Adhiyuda/Tribunnews.com
(Ki-Ka) Pengacara CT Ronny Sapulette, Ketua KPAI Asrorun Ni am Sholeh , Pengacara Korban Elza Syarif, Anggota KPAI Titik Haryati saat memberikan keterangan usai pengaduan korban dugaan kejahatan seksual di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016). Tim Pengacara Elza Syarief melaporkan dugaan kejahatan seksual yang dilakukan oleh Gatot Brajamusti selama peride 2007 hingga 2015 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pengacara Elza Syarief beserta timnya, mengadukan dugaan terjadinya tindak kejahatan seksual terhadap anak yang dilakukan oleh Gatot Brajamusti, ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Utara, Selasa (13/9/2016). 

"Kami datang ke KPAI untuk meminta perlindungan terhadap korban karena anak-anak korban mengalami traumatik luar biasa," jelas Elza saat memberi keterangan di Kantor KPAI, Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (13/9/2016).

Lebih lanjut, Elza mengatakan para korban kejahatan seksual perlu dilakukan rehabilitasi dan ketenangan diri bagi para korban, karena beberapa korban dinilai mengalami trauma.

"Perlu adanya rehab dan ketenangan bagi korban. Jadi ini tak hanya masalah hukum tetapi masalah psikologis korban," jelas Elza. 

Elza juga mengimbau kepada korban maupun keluarga korban Gatot Brajamusti untuk ikut melapor  dan Elza menjamin identitas korban dirahasiakan.

"Mengimbau untuk korban atau keluarga untuk ikut melaporkan. Nantinya identitas korban tidak akan diketahui publik," ungkapnya. 

Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas