Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Henry Yosodiningrat Curigai Timbangan Digital di Rumah Aa Gatot

Satu hal yang membuatnya semakin curiga adalah ketika polisi menemukan timbangan digital saat penggeledahan di kediaman Gatot beberapa waktu lalu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Henry Yosodiningrat Curigai Timbangan Digital di Rumah Aa Gatot
youtube
Ketua Umum Gerakan Anti Narkoba (Granat) Henry Yosodiningrat. 

TRIBUNNEWS.COM - Pengacara yang juga Dewan Pendiri Gerakan Nasional Anti Narkotik (Granat) Henry Yosodiningrat, mencurigai Gatot Brajamusti sebagai bagian sindikat narkoba.

Menurut dia, ada banyak hal yang mendukung indikasi itu.

"Di dalam brangkas ada (sabu), di rumah, di kantor Parfi, ditemukan senjata api dan peluru 2000 (butir). Itu sudah indikasi bahwa dia bagian dari sindikat. Biasanya dalam sindikat narkoba itu ditemukan senjata api," ucap Henry saat dilansir Kompas.com, Rabu (14/9/2016).

Satu hal yang membuatnya semakin curiga adalah ketika polisi menemukan timbangan digital saat penggeledahan di kediaman Gatot beberapa waktu lalu.

"Petunjuknya di rumah ditemukan timbangan. Kalau misalnya dia nimbang untuk beli (narkoba), enggak ada pembeli punya timbangan. Anda beli beras emang bawa timbangan? Kan enggak. Siapa yang menyiapkan timbangan?" kata Henry.

Ia menambahkan, sebenarnya tak sulit untuk menyelidiki apakah Gatot seorang pemakai, pencandu, ataupun pengedar.

Salah satu yang bisa dilakukan, lanjutnya, adalah memblokir rekening-rekening milik Gatot dan melakukan penelusuran dana secara detail, ada atau tidak transaksi mencurigakan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Baru kelihatan ada enggak kaitannya dengan uang yang masuk ke rekening dia. Kalau enggak ya ditanya dari mana. Telusuri siapa orang yang mentransfer. Apa kaitannya dan untuk pembayaran apa? Makanya saya katakan tidak mustahil itu bagian dari sindikat, uang narkoba," kata Henry menekankan.

"Saya hanya memberikan masukan. Kalau saya diminta memberikan bantuan pemikiran, ya saya siap-siap saja. Ya untuk mengarah kepada kemungkinan dia pengedar atau bagian sindikat, kalau ada TPPU-nya," tambahnya.

Pada 28 Agustus 2016 malam, Gatot Brajamusti dan istrinya, Dewi Aminah, ditangkap di sebuah kamar hotel di Mataram, Lombok, NTB, karena dugaan penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Andi Muttya Keteng Pangerang/Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas