Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Gatot Brajamusti

Informasi KPAI Dari Angelina Sondakh: Anak Reza Artamevia Saksikan Ibunya Mengonsumsi Sabu

Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am menyebut ada temuan baru soal informasi yang menyebut anak Reza Artamevia

Informasi KPAI Dari Angelina Sondakh: Anak Reza Artamevia Saksikan Ibunya Mengonsumsi Sabu
Tribunnews.com/Apfia Tioconny Billy
Reza Artamevia tiba di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum Subdit Resmob, Polda Metro Jaya, Rabu (14/9/2016). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni'am menyebut ada temuan baru soal informasi yang menyebut anak pasangan Reza Artamevia dan Almarhum Adjie Massaid.

Usai bertemu Angeline Sondakh di Rumah Tahanan Pondok Bambu, Jakarta Timur, Kamis (15/9/2016), KPAI mendapatkan informasi kalau anak Reza Artamevia mengalami perbuatan tak menyenangkan ketika dibawa ibunya menjalani terapi di padepokan mantan Ketua Umum Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Gatot Brajamusti.

"Hanya satu anaknya berinisial AL. Dia menyaksikan sang ibu mengonsumsi sabu di padepokan Aa Gatot," kata Asrorun

Asrorun juga menggambarkan bagaimana Angie sangat akrab dengan kedua anak tirinya.

"Sejak Angelina menikah dengan almarhum Adjie, hubungan anak-anak Adjie dengan Angie sangat dekat. Mereka selalu bercerita masalah umum bahkan yang sangat pribadi sekalipun," imbuhnya.

Asrorun enggan menjelaskan lebih rinci pertemuannya dengan Angie, termasuk kapan peristiwa itu terjadi.

"Kami banyak informasi tapi itu akan kami gunakan sebagai kepentingan penyelidikan. Tapi kluenya, kejadianya (yang menimpa AL) belum begitu lama."

Tetapi, komisioner KPAI lain, Titik Haryati, memberikan sinyal bahwa memang benar anak AL telah terpapar narkotika ketika berada di padepokan Gatot.

"Penyelidikan kami lebih kepada bagaimana proses pemulihan atau rehabilitasi si anak. Termasuk mengatasi sikap mental permistisnya akibat kejadian ini."

"Mohon rekan media tidak terus mengejar masalah ini, demi menjaga psikologis sang anak. Doakan saja supaya proses upaya pemulihan nanti berjalan lancar."

Editor: Anita K Wardhani
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas