Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Kasus Gatot Brajamusti

Ketua KPAI: Korban Gatot Brajamusti Ada yang Berusia 14 Tahun, Mereka Dicekoki baru Dicabuli

Selain kasus terkait narkoba, Gatot diduga juga melakukan pencabulan terhadap delapan orang anak-anak.

Ketua KPAI: Korban Gatot Brajamusti Ada yang Berusia 14 Tahun, Mereka Dicekoki baru Dicabuli
Capture Youtube
Polisi terus mendalami peran Gatot Brajamusti atas kasus narkoba yang ditangani Polda Nusa Tenggara Barat . Gatot Brajamusti akan akan kembali pemeriksaan lanjutan pada hari Selasa besok. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu per satu kasus yang melibatkan Ketua Parfi Gatot Brajamusti mulai terkuak.

Selain kasus terkait narkoba, Gatot diduga juga melakukan pencabulan terhadap delapan orang anak-anak.

"Kita tertutup untuk nama-namanya, tapi kita sudah cek kejadian itu pada anak-anak di bawah 18 tahun. Ada 8 korban di bawah saya," ujar pengacara senior Elza Syarief.

Menurut Elza kini korban-korban dari Gatot tersebut sudah tumbuh dewasa. "Saat ini korban sudah dewasa,"ujar Elza.

Elza mengatakan pihaknya telah mengumpulkan bukti dan keterangan dari para korban."Nanti tiap minggu kita akan membuat laporan ke polisi. Tiap minggu satu laporan karena ini laporannya terpisah," kata Elza.

Modus pencabulan yang dilakukan Gatot terhadap anak-anak itu adalah dengan menjanjikan akan dijadikan artis atau penyanyi hingga mengajak minum-minum hingga mabuk.

Tidak hanya itu, Gatot juga mendapatkan korbannya yang dibawa oleh oknum-oknum tertentu.

Gatot bahkan turun langsung menjemput korbannya. "Rata-rata mereka lima tahun berhubungan,"ujar Elza.

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia, Asrorun Niam menyatakan akan segera memberikan pemulihan psikologis kepada korban pelecehan seksual Gatot Brajamusti.

"Akan dilakukan investigasi atau identifikasi anak anak yang menjadi korban terus anak yang sudah terindentifikasi dijadikan proses pemulihan," kata Asrorun.

Halaman
12
Editor: Malvyandie Haryadi
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas