Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Anya Dwinov Bersiap Hadapi Banding Gugatan Jual Beli Rumah Warisan

Kasus jual beli rumah warisan yang menyeret Anya Dwinov (34), menemui titik akhir setelah Pengadilan Negeri Bekasi memutuskan menolak gugatan tersebut

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Anya Dwinov Bersiap Hadapi Banding Gugatan Jual Beli Rumah Warisan
Tribunnews/JEPRIMA
Selebriti Anya Dwinov saat menghadiri persidangan kasus perdata yang menyeret dirinya di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/3/2017). Anya tersandung masalah hukum setelah rumah yang dibeli, dipermasalahkan oleh ahli waris, Anya dituding tidak transparan mengenai harga jual rumah tersebut senilai Rp 2 miliar. Pihak penggugat, Alida Baynizar pun menginginkan rumah tersebut dikembalikan kepadanya meskipun Anya Dwinov telah mencicil ke pihak bank selama empat tahun. Tribunnews/Jeprima 

TRIBUNNEWS.COM - Kasus jual beli rumah warisan yang menyeret Anya Dwinov (34), menemui titik akhir setelah Pengadilan Negeri Bekasi memutuskan menolak gugatan tersebut.

Namun, hasil itu nyatanya tidak memuaskan pihak Alida Baynizar selaku penggugat.

"Kita akan ajukan upaya hukum banding terhadap putusan majelis," ujar kuasa hukum Alida, Junaedi Manurung, di Pengadilan Negeri Bekasi, Jawa Barat, Senin (10/4/2017).

Untuk saat ini, pihak Alida akan menyiapkan segala sesuatunya sebelum kembali mengajukan gugatan.

Apalagi, sang klien sudah menyerahkan kepada kuasa hukumnya untuk mengambil langkah terbaik dalam kasus tersebut.

Baca: Anya Dwinov Dibelit Kasus Jual Beli Rumah, Ini Ceritanya

"Kita akan lihat 14 hari sesuai yang ditentukan undang-undang, kita akan sampaikan. Kita sudah diberikan kuasa sebagai kuasa hukum untuk hadiri persidangan, jadi (Alida) enggak perlulah hadir," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara, kuasa hukum Anya, Ridha Fhicry, mengaku siap dengan langkah hukum selanjutnya dari pihak Alida.

Pihaknya akan mempersiapkan diri jika memang nantinya Alida mengajukan banding ke pengadilan tinggi.

"Kalau ada banding, kami akan melakukan kontra memori banding. Kami tergugat 1 sampai 6 akan melakukan kontra memori banding," ungkapnya.

Kasus bermula dari pembelian rumah yang dilakukan Anya Dwinov dari tiga orang ahli waris, salah satunya Alida, pada 2013 silam. Ketika itu, Anya merasa sudah melakukan semua kewajiban, termasuk mencicil angsuran selama empat tahun hingga lunas.

Namun, di tengah jalan Alida menolak mengosongkan rumah seharga Rp 2 miliar tersebut. Alida menuding Anya Dwinov dan lima tergugat lainnya melakukan kecurangan dalam proses jual beli. (*)

Sumber: Warta Kota
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas