Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Seleb
LIVE ●

Bobby Superman Is Dead: Paham Radikal Harus Dienyahkan

"Mereka (kelompok radikal, red) tidak peduli Pancasila yang beragam bukan seragam. Karena itu, radikalisme harus dienyahkan," ucap Bobby personel SID.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Y Gustaman
zoom-in Bobby Superman Is Dead: Paham Radikal Harus Dienyahkan
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Made Putra Budi Sartika atau dikenal Bobby Kool pentolan band papan atas Indonesia Superman Is Dead (SID) turut serta dalam Gerakan Anti Radikalisme (GRAK) di titik nol Kota Denpasar, Bali, Sabtu (20/5/2017). TRIBUN BALI/I MADE ARDHIANGGA 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Made Ardhiangga

TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - I Made Putra Budi Sartika atau dikenal Bobby Kool ikut Gerakan Anti Radikalisme (GRAK) di titik nol Denpasar, Bali, Sabtu (20/5/2017).

Tepat di momentum Hari Kebangkitan Nasional ini, pentolan band papan atas Indonesia Superman Is Dead ini memiliki pesan untuk para pemuda Indonesia dan juga fans SID, Outsider, di seluruh Indonesia.

Bobby menegaskan Pancasila paling sesuai dengan Indonesia dan menjadi pedoman untuk negara dan paling utama. Karena itu, ‎radikalisme harus dienyahkan.

"Radikalisme adalah kepentingan-kepentingan yang ingin membuat Indonesia menjadi satu paham mereka. Mereka tidak peduli Pancasila yang beragam bukan seragam. Karena itu, radikalisme harus dienyahkan," ucap Bobby.

Mengikuti Deklarasi 'GRAK' Bobby membawakan sebuah lagu yang diperuntukkan untuk kebangkitan pemuda menentang segala paham radikalisme. Ia membawakan lagu hits dari SID, 'Jadilah Legenda'.

Bobby secara khusus berpesan kepada Outsider, saat ini tidak bisa tinggal diam lagi dikarenakan rongrongan terhadap dasar negara semakin menguat.

Rekomendasi Untuk Anda

Outsiders sebagai penerus bangsa Indonesia harus berpikir bahwa keberagaman adalah suatu keindahan yang sangat baik.

Indonesia tidak cocok dengan hanya satu warna. Paling penting, Outsiders dan para pemuda tidak terprovokasi dan gampang diatur-atur (tidak menghargai perbedaan).

"Yang kita inginkan juga (mewakili SID) para Outsiders juga menghargai ‎Pancasila," beber dia.

Sumber: Tribun Bali
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas