Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Seleb
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Pledoi Saipul Jamil Tak Digubris Jaksa KPK

JPU KPK pun tidak menggubris pledoi yang dinyatakan mantan suami Dewi Perssik itu di depan majelis hakim.

Pledoi Saipul Jamil Tak Digubris Jaksa KPK
TRIBUNNEWS/HERUDIN
Pedangdut Saipul Jamil menjalani pemeriksaan lanjutan di gedung KPK, Jakarta, Jumat (24/3/2017). Saipul Jamil diperiksa sebagai tersangka terkait kasus dugaan suap keringanan hukuman di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pedangdut Saipul Jamil (36) kembali menjalani persidangan mengenai tindak pidana korupsi, di Pengadilan Tipikor Jakarta, di kawasan Gunung Sahari, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (26/7/2017).

Agenda persidangan kali ini ialah pria yang akrab disapaa Ipul itu, membacakan pledoi (pembelaan), setelah dirinya dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Koripsi (KPK), beberapa waktu lalu.

Dalam pledoinya, Ipul minta dibebaskan karena ia tidak terbukti atau tidak memiliki barang bukti, telah menyuap majelis Hakim melalui Rohadi, panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara dalam kasus pelecehan seksualnya itu.

Dalam persidangan, JPU KPK pun tidak menggubris pledoi yang dinyatakan mantan suami Dewi Perssik itu di depan majelis hakim.

"Intinya kami menolak pembelaan, karena semua tuntutan sesuai dengan fakta," kata salah satu JPU KPK di dalam ruang sidang.

Sementara itu, kuasa hukum Saipul Jamil, Tito Hananta Kusuma menyampaikan kesimpulannya bahwa Ipul tidak lah bersalah dan tidak melakukan tindak pidana.

"Kami mohon agar Majelis Hakim memberikan keputusan dengan amar Menerima dan mengabulkan nota pembelaan (pledoi) untuk seluruhnya. Karena terdakwa tidak terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana korupsi berdasarkan dakwaan," ucap Tito dalam persidangan.

"Kami meminta kepada Majelis Hakim untuk bebaskan terdakwa dari segala tutntuan dan menjatuhkan pidana yang seadilnya. Lalu memutuskan perkara aquo sebagai penipuan, Saiful Jamil korban penipuan. Mohon keputusan seadil-adilnya," sambungnya.

Sementara Ketua Majelis Hakim pun menghargai tanggapan JPU KP secara lisan, sehingga sidang pun akan digelar kembali pada 31 Juli 2017 mendatang, dengan agenda putusan.

"JPU sudah menanggapinya secara lisan. Sidang ditunda hingga 31 Juli 2017," ujar Hakim yang menutup persidangan.

Ikuti kami di
Editor: Fajar Anjungroso
Sumber: Warta Kota
  Loading comments...
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas