Tribun Seleb

Kebahagiaan Tasya Kamila Dapat Gelar S2 Terasa Kurang Lengkap

Tasya Kamila baru saja menyelesaikan studi S2 pada Mei lalu di Amerika Serikat.

Penulis: Ria anatasia
Editor: Willem Jonata
zoom-in Kebahagiaan Tasya Kamila Dapat Gelar S2 Terasa Kurang Lengkap
Grid.ID
Penampilan Tasya Kamila saat berada di markas PBB 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ria Anatasia

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Tasya Kamila baru saja menyelesaikan studi S2 pada Mei lalu di Amerika Serikat.

Namun, kebahagiaannya terasa kurang lengkap. Alasannya, tiada sosok ayah yang mendampinginya saat wisuda.

Gatot Permadi, ayah Tasya, meninggal dunia pada 24 Maret 2017, akibat serangan jantung.

Pelantun 'Aku Anak Gembala' itu mengaku sedih. Namun, ia mencoba ikhlas dan tidak ingin berlarut dalam kesedihan.

"Aku sendiri enggak mau dibikin sedih, enggak mau terus berlarut dalam kesedihan. Rasa ingin papa lihat pasti ada, tapi enggak mau dibikin sedih. Aku lakukan terbaik, semoga papa bangga lihat dari sana," kata Tasya saat ditemui di The Westin, Jakarta Selatan, Senin (4/6/2018).

Mengenakan baju gamis serta selendang warna pink, wanita berusia 25 tahun itu berusaha tetap tegar.

Tasya tetap tersenyum saat berbicara soal memori ayahnya di momen-momen Ramadan.

"Rutinitas pas puasa dulu sahur bareng biasanya papa aku yang bangunin. Sekarang alarm aja yang bangung atau kadang aku tidur sama mama," ceritanya.

Tasya mengungkapkan caranya agar tidak tenggelam dalam kesedihan, yaitu dengan melakukan hal-hal positif yang bisa membanggakan orang terkasih.

"Kalau aku terutama kita millenials, kan masih banyak energi mari salurkan ke kegiatan positif yang bermanfaat. Lakukan dengan ikhlas dengan sungguh mudah-mudahan bisa bikin bangga orang tua," pungkasnya.(*)

© 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas